HANKAM

Tembus Hutan Balegede, Siswa Kursus Komando A-50 Asah Kemampuan dan Mental Tempur

Latihan Praktis How to Fight
Latihan Praktis How to Fight yang diikuti oleh siswa Kursus Komando Angkatan ke-50. (Foto: Dok. Instagram @wingdik800pasgat)

Jakarta, IDM – Kemampuan tempur para siswa Kursus Komando Angkatan ke-50 ditempa melalui Latihan Praktis How to Fight (HTF) di Hutan Balegede, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (8/9).

Latihan tersebut merupakan bagian dari Pendidikan Komando yang dirancang untuk membentuk kemampuan siswa dalam menghadapi situasi pertempuran secara nyata. Melalui latihan ini, para siswa tidak hanya dituntut menguasai teknik bertempur, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan cepat, menerapkan kepemimpinan lapangan, serta bekerja sama dalam tim di tengah tekanan dan keterbatasan medan.

Baca Juga: TNI AD Fokus Merawat Perdamaian di Aceh

Pelaksanaan latihan ditinjau langsung oleh Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat (Danwingdik 800/Pasgat) Kolonel Pas Dadang Hermawan, didampingi Komandan Skadron Pendidikan (Danskadik) 802 Mayor Pas Ones Ucu Bonay.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan bahwa setiap tahapan latihan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan mental tempur. Karena itu, seluruh rangkaian latihan harus dijalani secara sungguh-sungguh agar para siswa memiliki kesiapan menghadapi tuntutan tugas di lapangan.

Latihan Praktis How to Fight
Siswa Kursus Komando Angkatan ke-50 menjalani Latihan Praktis How to Fight sebagai bagain dari Pendidikan Komando. (Foto: Dok. Instagram @wingdik800pasgat)

“Melalui latihan yang realistis dan berorientasi pada tugas operasi, diharapkan para siswa mampu menjadi calon prajurit yang tangguh, profesional, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat,” ungkap Dadang, dikutip dari unggahan Instagram @wingdik800pasgat, Kamis (10/9).

Baca Juga: Uji Ketangkasan, Detasemen Zeni Nubika Siap Hadapi Situasi Darurat

Melansir laman TNI AU, Pendidikan Komando merupakan Kualifikasi Khusus yang menjadi salah satu kemampuan dasar yang wajib dimiliki prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat). Pendidikan ini diarahkan untuk membentuk prajurit yang profesional dan militan, sekaligus memiliki jiwa kesatria serta ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

Untuk mencapai kemampuan tersebut, Pendidikan Komando dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, meliputi Basis, Gunung Hutan, serta Rawa Laut. Setiap tahapan memadukan pembelajaran teori, drill tempur, dan latihan lapangan guna membangun ketahanan fisik, kemahiran taktik, kemampuan bertahan, serta ketangguhan mental para siswa.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.