Tekan Karhutla, TNI AU Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Timur dengan Pesawat Casa

Jakarta, IDM – Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur, TNI AU kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Senin (24/8).
Operasi yang dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan tersebut digelar melalui koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemprov Kalimantan Timur, serta Otorita IKN.
Koordinasi dilakukan untuk menentukan wilayah sasaran penyemaian berdasarkan kondisi cuaca, potensi pertumbuhan awan, hingga kebutuhan curah hujan di lapangan.
Baca Juga: Tenggelam di Sungai Barito 1859, Jejak Kapal Onrust Belanda Ditemukan Kembali
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana, mengatakan bahwa OMC diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan agar penyemaian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan peluang hujan.
“Pelaksanaan OMC terus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan keberadaan awan di wilayah sasaran,” kata Nyoman melalui siaran pers, Selasa (25/8).
Ia menambahkan, melalui penyemaian pada area yang berpotensi menghasilkan hujan, OMC menjadi upaya membantu membasahi wilayah yang terdampak dan mengurangi potensi meluasnya karhutla.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Pembunuhan Prada Jack Y. Soor, 8 Prajurit akan Terima Vonis
Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa NC-212 dengan tail number A-2105 yang terbang dari Lanud Dhomber menuju wilayah sasaran. Pesawat melaksanakan dua sortie penyemaian awan di sekitar Bendungan Sepaku Semoi, Kalimantan Timur.
Pada sortie pertama, penyemaian dilakukan di wilayah selatan Bendungan Sepaku Semoi yang berada di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 10.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.
Selanjutnya, pesawat melaksanakan sortie kedua dengan sasaran area barat daya hingga barat Bendungan Sepaku Semoi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl. Total bahan semai yang digunakan dalam dua sortie tersebut mencapai 1,6 ton NaCl.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































