Tekan Angka Stunting, TNI AD Luncurkan e-stuntad dan e-posyandu

Jakarta, IDM - TNI AD meluncurkan aplikasi e-stuntad dan e-posyandu di Mabesad, Jakarta, Selasa (5/9). Kedua aplikasi ini dinilai akan memudahkan deteksi sebaran stunting di Indonesia serta memudahkan prajurit TNI AD serta masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Melalui aplikasi e-stuntad, wilayah-wilayah dengan angka stunting yang terbilang tinggi dapat dideteksi dengan mudah. Perolehan data terkait angka stunting ini dilakukan oleh babinsa yang terjun langsung di lapangan.
“Dari mendeteksi, kemudian kita mengintervensi dan kemudian kita memantau di mana anak-anak yang stunting. Nanti yang mengintervensi tentu nakes-nakes kita, karena babinsa tidak punya kemampuan untuk hal tersebut,” terang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Baca Juga: Upacara Militer HUT ke-78 TNI AL Akan Digelar di Surabaya
Aplikasi yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir ini disebut telah diakses oleh lebih dari 5.000 masyarakat di seluruh Indonesia.
“Masyarakat yang mengakses aplikasi e-stuntad dapat mengetahui anaknya tergolong stunting atau tidak, dari perhitungan berat dan tinggi badan. Setelah itu mereka dapat melakukan pelaporan secara pribadi,” ucap Dudung.
Dudung mengatakan, melalui kedua aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat serta menjadi upaya nyata TNI AD membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
Baca Juga: Fregat Merah Putih Akan Perkuat Alutsista TNI AL pada 2028-2029
“Untuk membantu pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat dan target Pak Presiden tahun 2024 terkait capaian stunting harus 14 persen,” ujar Dudung yang juga bapak asuh stunting ini.
Sedangkan untuk e-posyandu sendiri merupakan aplikasi berbasis data pemantauan terkait informasi kondisi kesehatan ibu hamil dan balita, serta laporan tumbuh kembang balita yang dapat dilakukan secara real time dan interaktif. Selain itu, e-posyandu juga mampu menyediakan data lokasi Posyandu terdekat.(nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































