HANKAM

Taruna AL Bakal Sekolah 4 Tahun di Akademi Coast Guard AS, Berangkat 2027

Delegasi TNI AL dan USN
Delegasi TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat berdiskusi dalam pertemuan di Jakarta, 9-10 April, yang salah satunya membahas pengiriman taruna AAL ke Akademi Coast Guard AS untuk studi 4 tahun mulai 2027. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL memastikan pengiriman taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk menempuh pendidikan di US Coast Guard Academy (USCGA). Para taruna terpilih akan menjalani masa studi penuh selama empat tahun dengan jadwal keberangkatan pada 2027 mendatang.

Rencana ini disepakati dalam pertemuan diskusi staf antara delegasi TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Jakarta, pekan ini. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan dan Wakil Komandan Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksda Katie Sheldon.

Baca Juga: TNI AL Kirim Taruna ke Akademi Coast Guard AS untuk Pertama Kalinya

Jadwal Seleksi dan Durasi Pendidikan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, proses penyaringan akan dimulai dalam waktu dekat. Institusi telah menyusun lini masa agar persiapan personel berjalan optimal.

"Direncanakan seleksi pada 2026 dan mulai menempuh pendidikan pada 2027," kata Tunggul saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Sabtu (11/4).

Program ini berbeda dengan pertukaran taruna biasa karena peserta akan mengikuti pendidikan formal hingga lulus. Selama empat tahun di Amerika Serikat, para taruna akan didalami keahlian khusus mengenai penegakan hukum di laut atau law enforcement at sea.

Baca Juga: Calon Prajurit Pasgat, Siswa Komando A-49 Latih Kemampuan dan Naluri Tempur dalam Pralatis

Kriteria Seleksi dan Pengawasan Rekam Jejak

TNI AL akan menerapkan standar penyaringan yang ketat untuk memenuhi kualifikasi yang diminta oleh pihak akademi di Amerika Serikat. Proses seleksi tersebut mencakup pemantauan rekam jejak atau tracking yang mendalam terhadap setiap kandidat.

Kriteria utama seleksi difokuskan pada keunggulan akademik, ketahanan fisik, serta mentalitas prajurit. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan perwakilan Indonesia mampu mengikuti kurikulum pendidikan militer di Negeri Paman Sam tersebut.

"Tentu saja TNI AL akan melakukan persiapan yang sangat matang melalui proses seleksi yang ketat guna memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh pihak USCGA," tambah Tunggul.

Baca Juga: Satpom Lanud Halim Perdanakusuma Amankan Empat Terduga Pelaku Jual Beli Obat Keras Ilegal

Penguatan SDM dan Diplomasi Maritim

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Para perwira lulusan akademi AS ini nantinya diharapkan memiliki kemampuan pengawasan wilayah laut secara menyeluruh atau kesadaran ranah maritim (maritime domain awareness).

Selain peningkatan kualitas personel, program pengiriman taruna ini bertujuan mempererat hubungan diplomasi militer kedua negara. Kehadiran taruna AAL di Amerika Serikat diproyeksikan bakal membangun jaringan komunikasi antarcalon pemimpin angkatan laut kedua negara di masa depan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.