Taruna Akmil Berkunjung ke Markas Batalyon Arhanud 10/Gagak Hitam

Jakarta, IDM - Bertempat di Lobby Markas Batalyon Arhanud 10/Gagak Hitam, Jakarta Selatan, Komandan Batalyon Arhanud 10/Gagak Hitam Letkol Arh Syarief SB menerima kunjungan taruna Akademi Militer, Sabtu (1/1/2022).

Kunjungan ini dilaksanakan pada saat melaksanakan dinas cuti taruna Akademi Militer dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan para senior di Yonarhanud 10/Gagak Hitam. Para taruna ini ingin menggali ilmu dan pengalaman untuk dijadikan bekal nantinya menjadi para perwira di satuan TNI AD.
Syarief menyampaikan rasa bangga kepada para taruna Akmil yang menyempatkan diri untuk mengunjungi satuan Gagak Hitam di sela-sela dinas cuti, serta inisiatif yang tinggi demi mendapatkan wawasan yang nantinya akan sangat berguna bagi tugas para taruna ke depan.

"Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat hari ini akan bermanfaat. Saya berharap, semoga ke depan kalian bisa menjadi pemimpin - pemimpin yang andal," tuturnya Syarief.
Usai melaksanakan pengarahan, para taruna menerima paparan Binsat satuan dan program kerja 99 hari yang digagas langsung oleh Danyon Arhanud 10/Gagak Hitam, dilanjutkan dengan melihat secara langsung pangkalan militer Batalyon Arhanud 10/Gagak Hitam.

Akhir dari kunjungan taruna Akademi Militer ditandai dengan foto bersama di Tugu Gagak Hitam dan pemberian Gagak Medals, dimana diartikan bahwa penerima Gagak Medals sudah resmi menjadi keluarga besar Batalyon Arhanud 10/Gagak Hitam. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































