HANKAM

Targetkan Ribuan Hunian, Satgas PRR Groundbreaking Huntap di Padang Sidimpuan dan Tapanuli Selatan

Wakil Ketua 1 Satgas PRR, Letjen TNI Richard Tampubolon
Wakil Ketua 1 Satgas PRR, Letjen TNI Richard Tampubolon. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Wakil Ketua I Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Letjen TNI Richard Tampubolon, memimpin langsung prosesi groundbreaking pembangunan hunian tetap (huntap) di Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Selasa (14/7).

Di lokasi pertama, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara, Richard meresmikan pembangunan kawasan huntap di atas lahan eks PTPN IV seluas 27 hektare.

Dari total lahan tersebut, 15 hektare dialokasikan untuk rumah warga, 7,5 hektare untuk fasilitas umum dan jaringan jalan, serta 4,5 hektare sebagai ruang terbuka hijau. Berdasarkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi, kawasan ini ditargetkan menampung 1.133 unit rumah.

Baca Juga: Kisah Sertu Jontri, Prajurit TNI AD yang Rawat Ratusan Kucing Terlantar

“Keberhasilan pembangunan ini merupakan bukti nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan. Semula direncanakan tahun 2027, namun atas permintaan percepatan dari Pemkot Padang Sidimpuan dan dukungan berbagai pihak, pembangunan dimajukan menjadi 2026,” ujar Richard.

Sebagai tahap awal, 200 unit rumah akan dibangun tahun ini. Sebanyak 100 unit melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan 100 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Richard menegaskan, percepatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan Kasatgas PRR, dengan dokumen rencana induk yang telah rampung sebagai acuan pelaksanaan.

Usai kegiatan di Padang Sidimpuan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Hapesongan, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di lokasi hunian sementara (huntara), Richard menyerahkan bantuan sembako kepada 214 kepala keluarga yang masih tinggal di barak eks PTPN IV. Warga tersebut berasal dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, serta Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.

Di kawasan ini, pemerintah bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan 227 unit huntap. Richard menyampaikan apresiasi atas komitmen yayasan yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga: TNI AU Tingkatkan Kapabilitas Personel Radar Seiring Perkembangan Teknologi Militer

“Pematangan lahan Blok A sudah selesai dan siap masuk tahap konstruksi. Blok C masih dipercepat agar target pembangunan tercapai,” jelasnya.

Richard menekankan bahwa huntap bukan sekadar tempat tinggal, melainkan kawasan permukiman berkelanjutan. Ia mendorong integrasi program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengembangan ekonomi, peningkatan keterampilan, hingga penciptaan lapangan usaha.

“Semoga kawasan Huntap Hapesong tumbuh menjadi permukiman mandiri, produktif, dan sejahtera,” tutupnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.