TEKNOLOGI

Tank Harimau Yonkav 5, Predator Baja yang Siap Menerjang Musuh di Medan Perang

Tank Harimau
Tank Harimau yang berada di Batalion Kavaleri 5/Dwipangga Ceta (DPC). (Foto: Dok. Penkodam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM – Berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Batalion Kavaleri 5/Dwipangga Ceta (DPC) adalah ujung tombak pertahanan darat yang tak tertandingi.

Kini batalion tersebut diperkuat dengan kehadiran Medium Tank Harimau, sebuah manifestasi nyata dari sinergi teknologi pertahanan Indonesia-Turki.

Baca Juga: Pesawat C295 SAR untuk Angkatan Udara Spanyol Uji Terbang Perdana di Sevilla

Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Sabtu (15/11), kendaraan tempur lapis baja tersebut adalah hasil kolaborasi PT Pindad dan FNSS.

"Tank ini bukan sekadar alutsista, melainkan predator baja yang siap menerjang di medan perang. Dengan desain yang superior, Harimau memastikan dominasi dan mobilitas tinggi. Unit ini melambangkan ketangguhan dan profesionalisme, siap menjaga setiap jengkal kedaulatan dengan kekuatan yang menggetarkan, " tulis keterangan Penkodam II/Sriwijaya.

Dijelaskan pula, kekuatan destruktif tank ini terletak pada persenjataan utamanya yaitu sebuah meriam kaliber 105 mm yang mampu melumpuhkan target lapis baja terkuat.

Baca Juga: Teknologi Baru Airbus, Dua Pesawat A400M TNI AU akan Dipasang Alat Pemadam Kebakaran

Kemudian, Tank ini didukung oleh senapan mesin 7,62 mm (koaksial) untuk daya gempur jarak dekat. Di dalamnya terdapat tiga kru inti dengan komandan kendaraan sebagai pemimpin. Semuanya bekerja dalam harmoni presisi, mengubah Harimau menjadi mesin tempur yang cerdas dan mematikan.

"Yonkav 5 dan Medium Tank Harimau adalah simbol kehebatan militer, menjamin bahwa kekuatan pertahanan kita berada di level elite, siap menghadapi ancaman apa pun dengan keberanian dan kemampuan tempur yang tak diragukan," tulis Penkodam II/Sriwijaya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.