Tangis Bahagia Warnai Kelulusan Bintara PK TNI AD, Ada 18 Anak Yatim

Jakarta, IDM – Tangis bahagia mewarnai kelulusan Bintara Prajurit Karier (PK) TNI AD di Resimen Induk Kodam (Rindam) Iskandar Muda, Aceh. Sebanyak 18 anak yatim termasuk di dalamnya.
Dilansir dari keterangan Pendam IM, Senin (14/6) dikatakan, berdasarkan data peserta yang lulus memperlihatkan keberagaman latar belakang sosial ekonomi, yang menjadi kekuatan dan ciri khas proses seleksi TNI AD.
Baca Juga: Pimpin Upacara Penutupan Diksarmil, Danpasmar 1: Agen Perubahan di Masa Depan
Sejumlah 63 orang berasal dari keluarga petani, 18 orang merupakan anak yatim, dan 2 orang dari keluarga nelayan.

"Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Kodam IM membuka akses seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung menjadi prajurit TNI, tanpa memandang status sosial dan ekonomi," bunyi keterangan Pendam IM.

Proses seleksi tingkat akhir diikuti 425 orang, dan sebanyak 330 orang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan pertama. Sebagian besar pesera adalah putra daerah Aceh.
Baca Juga: SPPI Batch-3 Resmi Ditutup, 1.658 Komcad Siap Dukung Pertahanan Negara
Rinciannya, 207 orang akan menjalani pendidikan Bintara Infanteri di Rindam Iskandar Muda, sementara 123 orang lainnya dari berbagai kecabangan non-Infanteri akan ditempatkan di lembaga pendidikan militer TNI AD di luar wilayah Kodam IM. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































