Tangani Modernisasi C-130H TNI AU, GMF Bidik jadi Hercules Service Center

Jakarta, IDM – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia membidik peluang untuk mengembangkan kapabilitasnya menjadi Hercules Service Center. Melalui langkah tersebut, GMF berharap dapat menangani lebih banyak kebutuhan pemeliharaan dan modernisasi armada Hercules.
Target tersebut didukung dengan rekam jejak GMF dalam menangani berbagai pekerjaan pemeliharaan serta modernisasi pesawat militer, termasuk C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (TNI AU).
“Sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan, kami akan terus mengembangkan kapabilitas dan kompetensi GMF agar dapat memberikan solusi pemeliharaan dan modernisasi armada pertahanan yang mandiri, berstandar tinggi, dan mampu mendukung keberlanjutan bisnis serta kebutuhan pertahanan nasional,” ungkap Direktur Utama (Dirut) PT GMF AeroAsia Andi Fahrurozzi.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Pastikan Prajurit Yonif TP Terjun Bantu Penanganan Gempa di Nagekeo NTT
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelesaian modernisasi pesawat C-130H A-1319 milik TNI AU. Dalam proyek ini, GMF mengerjakan Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade (AUP), serta Structural Integrity Program (SIP).
Setelah seluruh pekerjaan modernisasi rampung, A-1319 terlebih dahulu menjalani serangkaian uji terbang yang melibatkan pilot dan awak TNI AU. Sebelum melaksanakan uji terbang tersebut, para awak telah menyelesaikan pelatihan Initial Conversion Avionics Flight 2 System di Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS).

C-130H A-1319 kemudian diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dalam acara yang digelar di Hanggar 4 GMF, Rabu (19/8). Prosesi penyerahan dilakukan oleh Dirut GMF Andi Fahrurrozi kepada Kemhan RI dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Proyek A-1319 memiliki arti penting bagi pengembangan kapabilitas GMF. Pasalnya, pesawa t tersebut menjadi prototipe pertama yang menjalani pekerjaan modifikasi besar di luar fasilitas pabrikan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin.
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Latih Kedisiplinan Generasi Muda Lewat Latihan PBB
Capaian tersebut sekaligus menjadi tonggak bagi pengembangan kemampuan industri dalam negeri dalam menangani pekerjaan pemeliharaan dan modifikasi pesawat militer dengan tingkat kompleksitas tinggi, serta mendukung kebutuhan industri pertahanan nasional.
A-1319 juga menjadi pesawat kedua yang menjalani program modernisasi oleh GMF. Sebelumnya, GMF telah menyelesaikan program modernisasi C-130H dengan nomor registrasi A-1315 yang diserahterimakan kepada Kemhan pada Maret 2023.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































