Taklukan Takdir: Kisah Inspiratif Abraham Nggili, Anak Panti Asuhan yang Lulus jadi Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Kisah inspiratif datang dari Abraham Nggili, seorang anak panti asuhan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang berjuang keras untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Perjalanan hidup Abraham meruntuhkan anggapan keliru di tengah masyarakat bahwa menjadi seorang prajurit TNI harus berasal dari keluarga berada.
Dilansir dari keterangan resmi Penkodam IX/Udayana, Senin (6/7), Abraham lahir tanpa sosok ayah dan tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. Baginya, setiap tetes keringat saat berlatih adalah doa, dan setiap buku yang dibaca adalah jembatan menuju masa depan.
"Ia membuktikan bahwa pintu gerbang TNI bukanlah pasar yang bisa dibeli. Ia masuk melalui jalur pengabdian dengan modal fisik yang tangguh dan mental yang tak kenal menyerah, tanpa suap, tanpa titipan," tulis keterangan resmi Penkodam IX/Udayana.
Baca Juga: Rencana Kemhan: Pabrik Munisi Pindad akan Dibangun di Pulau-pulau Besar
Berkali-kali Gagal tetapi Tidak Menyerah
Kisah masa kecil Abraham diungkapkan oleh pihak panti asuhan yang merawatnya sejak balita. Abraham Nggili pertama kali masuk ke Panti Asuhan Mercusuar Rote, saat ia masih berusia lima tahun. Kehidupan ekonomi keluarga yang sulit membuat sang ibu terpaksa mengantarkannya ke panti asuhan
Kepala Panti Asuhan, Dedy Ritfio Lesik, menceritakan bahwa Abraham beberapa kali gagal dalam seleksi menjadi prajurit TNI AD. Namun, kegagalan itu tidak pernah membuatnya menyerah.
"Dia ikuti tes di TNI Angkatan Darat, tapi belum berhasil di tahun 2024. Abraham coba lagi di tahun 2025 tapi kembali gagal," cerita Dedy.
Baca Juga: Dua Prajurit Pasukan Katak Raih Juara dalam Ajang Kauje Run 2026
Melihat kegagalan yang beruntun, pihak panti asuhan sempat menyarankan Abraham untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi saja. Namun, Abraham tetap teguh pada impiannya dan meminta kesempatan terakhir.
"Sempat kami menyampaikan kepada dia agar kuliah saja. Tetapi, Abraham merespon dengan meminta kesempatan sekali lagi untuk mencoba. Dengan semangatnya, dia mempersiapkan diri untuk mencoba lagi di tahun 2026. Dan puji Tuhan, kemarin dia mendaftar ke Kupang. Lalu dilanjutkan ke Bali, dan sampai di Bali, puji Tuhan dia lulus," kenang Dedy.
Perjuangan panjang selama tiga tahun itu akhirnya berbuah manis. Tepat pada 8 Juni 2026, dalam Sidang Tingkat Pusat yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Bambang Trisnohadi, Abraham Nggili resmi dinyatakan memenuhi syarat untuk menjadi prajurit TNI.
Baca Juga: Bukan Cuma Amfibi, Prajurit Marinir Kini Kuasai Drone Intai
Tunjukkan Keberanian dan Kualitas Diri
Keberhasilan ini disambut Abraham dengan rasa syukur yang mendalam. Ia pun memberikan pesan penuh motivasi kepada rekan-rekannya yang masih berjuang di panti asuhan.
"Untuk teman-teman, jangan pernah menyerah dalam didikan karena di balik proses yang melelahkan ini, ada kesuksesan yang luar biasa," kata Abraham menanggapi kelulusannya.
Kini, Abraham berdiri tegak bukan lagi sebagai anak yang tidak mampu, melainkan sebagai seorang prajurit yang berhasil menaklukkan takdirnya sendiri. Kisah hidupnya menjadi bukti nyata bahwa untuk mengabdi pada negara, hal utama yang dibutuhkan adalah keberanian dan kualitas diri, bukan materi.
"Hari ini, saya berdiri tegak bukan sebagai anak yang tak mampu, melainkan sebagai prajurit yang mampu menaklukan takdirnya sendiri. Sebuah bukti bahwa untuk mengabdi pada negara, yang dibutuhkan adalah keberanian dan kualitas diri, bukan uang yang diletakkan di atas meja. Jangan biarkan keraguan memupus mimpimu, karena di TNI prestasimu adalah satu-satunya mata uang yang berlaku," pungkasnya tegas.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































