HANKAM

Tak Hanya Menghibahkan, Australia Juga Ajari Merawat Bushmaster

perawatan Rantis Bushmaster.
TNI belajar perawatan Bushmaster di Australia. (Foto: Dok. PMPP TNI)

Jakarta, IDM – Setelah menghibahkan 15 kendaraan taktis (rantis) Bushmaster, kini Australia juga mengajarkan cara merawat rantis tersebut kepada empat personel PMPP TNI, dan satu anggota Kopassus.

Dilansir dari keterangan PMPP TNI, Jumat (4/7), selama pelatihan para peserta mendapat pembekalan menyeluruh mulai dari teori, diskusi, hingga praktek langsung di lapangan.

Baca Juga: 600 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Kunjungi Fasilitas Dapur Sehat Anak Bangsa TNI AU

Materi yang diberikan meliputi pengenalan karakteristik Bushmaster, teknik bongkar pasang mesin, pemeliharaan ban dan hub, hingga penggunaan winch serta pemindaian data mesin.

Selain itu, peserta juga berkesempatan bertukar pengalaman dengan instruktur Bushmaster Vehicle Maintenance Course di Army School of Electrical and Mechanical Engineering (ASEME) untuk memperkaya wawasan serta mempererat jejaring profesional lintas negara.

Perawatan Rantis Bushmaster.
(Foto: Dok. PMPP TNI)

Pada tahun 2023, Australia menghibahkan 15 unit Bushmaster kepada Indonesia, yang terdiri dari 13 tipe troops, satu tipe command, satu tipe ambulans, serta suku cadang pendukung.

Perawatan Rantis Bushmaster.
(Foto: Dok. PMPP TNI)

Bushmaster memiliki dimensi panjang 7,18 meter dan lebar 2,48 meter, dengan berat sekitar 12.500 kilogram. Rantis tersebut dapat mengangkut sembilan personel bersenjata lengkap. Daya jelajahnya hingga 800 kilometer, dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam.

Perawatan Rantis Bushmaster.
(Foto: Dok. PMPP TNI)

Rantis tersebut cocok digunakan di padang pasir. Bagian bawah kendaraan didesain menggunakan v hull, untuk meminimalisir efek akibat ledakan ranjau darat (mine blasting).

Baca JUga: Selesai Jabat Dirut Bulog, Letjen Novi Helmy Kembali ke TNI

Kendaran ini juga memiliki kemampuan anti-blasting dari bahan peledak sampai 10 kilogram dan antibalistik terhadap munisi kaliber 7,62 mm, serta dapat dilengkapi dengan peralatan anti jammer electronic counter measure (ECM).

Saat ini Bushmaster memperkuat operasional Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.