HANKAM

Taifib TNI AL dan Marinir Korsel Latihan Tempur Jarak Dekat di Sentul

Denipam 1 Marinir dan ROKMC
Pasukan khusus Taifib dan Marinir Korsel mendobrak pintu saat simulasi pertempuran jarak dekat di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8). (Foto: Dok. Pen Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir bersama pasukan khusus Batalion Intai Marinir Korea Selatan (ROKMC) menggelar simulasi pertempuran jarak dekat (close quarter battle/CQB) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8). Agenda ini merupakan kelanjutan dari serial latihan bersama ROK-INDO MARINEX 2026.

Latihan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI ini menitikberatkan pada pergerakan tim di ruang terbatas. Kedua pasukan menguji kecepatan koordinasi, komunikasi regu, serta ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi kontak tembak jarak dekat.

Baca Juga: TNI Siapkan Deteksi Dini dan Operasi Terpadu untuk Bantu Penanganan Karhutla

Komandan Denipam 1 Marinir Letkol (Mar) Aris Moko mengingatkan prajurit untuk memprioritaskan faktor keamanan selama melahap materi pertempuran kota tersebut.

"Laksanakan setiap tahapan latihan dengan disiplin dan penuh kesungguhan. Utamakan koordinasi, komunikasi, serta keselamatan personel agar kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara profesional di lapangan," kata Aris, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Minggu (23/8).

Denipam 1 Marinir dan ROKMC
Prajurit Denipam 1 Marinir dan ROKMC menyisir ruangan yang dipenuhi asap dalam latihan CQB di Sentul, Bogor, Sabtu (22/8). (Foto: Dok. Pen Pasmar 1)

Aris menerangkan, sesi pertempuran jarak dekat ini juga menjadi ajang menyamakan prosedur operasi standar antara Korps Marinir TNI AL dan Korea Selatan saat berhadapan dengan situasi darurat di medan penugasan.

Sehari sebelumnya, kedua korps marinir telah menyelesaikan materi taktik satuan kecil (small unit tactics) untuk mematangkan pergerakan patroli regu.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut RI akan Kembangkan Amunisi, Rudal, dan Roket Bersama Cina

Laihan bersama ROK-INDO MARINEX 2026 mencatat sejarah sebagai latihan militer bilateral perdana yang mempertemukan detasemen intai amfibi kedua negara di Indonesia. Latihan ini melibatkan 84 personel berkualifikasi khusus, terdiri atas 70 prajurit Denipam 1 Marinir dan 14 personel ROKMC yang dipimpin oleh Mayor Kwon.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana sebelumnya menyampaikan, seluruh rangkaian latihan yang berlangsung di PMPP TNI Sentul dan Lanudal Pondok Cabe ini nantinya ditutup dengan latihan berganda (full mission profile) sebagai puncak uji integrasi keahlian prajurit.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.