HANKAM

Taifib Latih Kemampuan Infiltrasi Bawah Air dengan Selam Tempur

Yontaifib 1 Marinir
Prajurit Yontaifib 1 Marinir melaksanakan teknik selam tempur di Pandeglang, Banten, Rabu (19/6). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir melatih kemampuan infiltrasi ke sasaran musuh melalui media bawah permukaan dengan teknik selam tempur di Pantai Deplangu, Pandeglang, Banten, Rabu (19/6).

Komandan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho menjelaskan pada latihan teknik selam tersebut, para prajurit Yontaifib 1 Marinir menggunalan alat selam open dan closed circuit.

Baca Juga: Kunker di Lanud SMO, KSAU Cek Kelayakan Fasilitas Pendidikan dan Inovasi Depohar 50

Pada latihan materi penyelaman open circuit, para prajurit Taifib 1 Marinir berlatih teknik untuk melakukan pencarian dan pengangkatan objek tenggelam berupa beton di kedalaman 20 meter. Objek tersebut harus diangkat ke permukaan menggunakan lift bag sebagai alat bantu.

Yontaifib 1 Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Melalui teknik yang sudah dipelajari, prajurit Yontaifib melaksanakan penyelaman dan proses pengangkatan obkek dengan lancar dan sesuai instruksi yang diberikan ketua tim materi latihan," ujar Laili, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Kamis (20/6).

Sedangkan, lanjut Laili, pada penyelaman close circuit para prajurit melakukan navigasi bawah permukaan menggunakan kompas bawah air. Penyelam melaksanakan navigasi kompas menuju titik yang ditentukan dalam hubungan tim maupun perorangan.

Baca Juga: Bakamla Bahas Isu Keamanan Laut dalam Pertemuan Coast Guard se-Asia

"Keberhasilan suatu operasi tempur, khususnya di wilayah perairan, ditentukan oleh kemampuan infiltrasi, salah satunya adalah infiltrasi lintas bawah permukaan," kata Laili.

"Dengan demikian, infiltrasi bawah permukaan atau penyelaman mutlak harus dikuasai oleh setiap prajurit Yontaifib 1 Marinir. Harapannya dapat mendukung tugas pokok satuan dan membantu operasi yang lebih besar," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.