Sukses Manfaatkan Lahan Tidur, TNI AL Panen 500 Ton Beras

Jakarta, IDM – TNI AL sukses memanfaatkan lahan tidur milik Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) V menjadi sawah yang mampu menghasilkan ratusan ton beras dalam panen raya di Kelurahan Bulak, Kecamaran Kenjeran, Surabaya, Rabu (23/4).
Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya yang memimpin panen raya tersebut, mengungkapkan Lantamal V memanfaatkan para petani lokal untuk menanam padi di atas lahan sawah seluas 78 hektar.
Baca Juga: Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL Gelar Latihan di Lebanon
"Sekali panen dapat menghasilkan 500 ton beras," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (24/4).
Tak hanya itu, kegiatan panen juga dilakukan di lahan sawah Semolowaru dengan area seluas 9 hektar yang mampu menghasilkan 13 ton beras dalam sekali panen.
"Jenis padi yang digunakan pada tahun ini adalah Impari 32, Impari 42 dan Ciherang yang memiliki masa tanam sekitar 100 hari," kata Alit Jaya.
Baca Juga: Latihan Cakra A 2025, TNI AU Lakukan Force Down Pesawat Asing dengan F-16
Adapun kegiatan panen raya merupakan wujud implementasi program ketahanan pangan pemerintah dalam 'Asta Cita' Presiden Prabowo Subianto, yang memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air serta ekonomi kreatif, hijau, dan biru.
"Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian dari pimpinan TNI AL dalam rangka mendukung ketahanan pangan, yang merupakan salah satu program dari pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Surabaya," ujarnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































