STTAL Ikuti Bimtek Sertifikasi Insinyur Profesional

Jakarta, IDM - Civitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi TNI AL (STTAL) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sertifikasi insinyur profesional di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/10).
Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Mukhlis, menyampaikan pelatihan bimtek adalah layanan bimbingan dan penyuluhan yang diberikan tenaga ahli atau profesional dalam bidang insinyur dengan tujuan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia.
Selain itu juga Bimtek ini sebagai sarana untuk penyegaran keilmuan dari para peserta.
"Materi dan ilmu yang disampaikan oleh para narasumber, kami yakin akan sangat bermanfaat bagi para peserta bimtek sebagai bekal dalam melaksanakan tugas sebagai dosen di lingkungan TNI AL," tutur Mukhlis, dikutip dari keterangan Pen STTAL, Jumat (21/10).
Status gelar insinyur dinaikkan menjadi profesi sebagaimana gelar dokter, apoteker, dan gelar profesi lainnya sehingga cara memperoleh gelar insinyur dengan memenuhi standar profesi insinyur, baik melalui program profesi maupun mekanisme rekognisi pembelajaran lampau serta lulus program profesi insinyur. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































