STHM Ungkap Kemungkinan Buka Kelas Khusus Sarjana Hukum untuk TNI AL

Surabaya, IDM - Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), mengungkapkan kemungkinan diselenggarakan kelas khusus program studi sarjana hukum untuk personel TNI AL, jika peminatnya ebih dari 10 orang.
Dikutip dari keterangan Penerangan STTAL, Jumat (26/8), STHM memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk para personel perwira dan bintara TNI AL yang ingin menempuh pendidikan program sarjana (S1) dan Magister (S2) bidang hukum.
Hal tersebut adalah salah satu masukan dalam studi banding STHM, yakni Letkol Chk Maulana Kurnia Darmawan, dan Letkol Chk Sutrisno, ke Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang diterima langsung oleh Wadan STTAL Kolonel Laut (P) Yoyok Nurkaya Santosa, di Surabaya, Kamis (25/8).
Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga diperoleh masukan lainnya, yakni STHM akan meniru beberapa sistem yang telah diterapkan di STTAL, seperti sistem informasi akademik, sistem informasi terintegrasi, pangkalan data perguruan tinggi, dan repository sebagai bahan peningkatan akreditasi institusi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































