Staf Perencanaan Korps Marinir Sosialisasikan Peraturan KSAL Nomor 19

Jakarta, IDM - Staf Perencanaan Korps Marinir (Srena Kormar) melakukan sosialisasi Peraturan KSAL Nomor 19 Tahun 2022 tentang organisasi dan tugas Kormar serta 34 naskah peraturan komandan Korps Marinir tentang organisasi dan tugas jajaran Kormar, di Jakarta, Rabu (14/9).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, naskah organisasi dan tugas yang disosialisasikan adalah revisi atau penyempurnaan dari naskah organisasi dan prosedur yang sebelumnya berlaku di jajaran Korps Marinir.
Asisten Perencanaan Komandan Korps Marinir (Asrena Dankormar) Kolonel (Mar) Asril Tanjung, menyampaikan agar kedua aturan tersebut dijadikan pedoman utama bagi seluruh jajaran Korps Marinir dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Pada kesempatan tersebut, Asril yang juga selaku Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja), menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim Pokja yang menyusun naskah dengan baik sesuai target waktu ditentukan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri perwakilan dari Satuan Kerja Markas Komando Korps Marinir (Satker Mako Kormar) dan Kelompok Kerja Penyusun Naskah. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































