HANKAM

Staf Intelijen TNI Kenalkan Satuan-satuan dan Budaya Indonesia ke 14 Atase Pertahanan Negara Sahabat

Military Attache Tour
TNI mengadakan acara Military Attache Tour (Milat Tour) 2025. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI mengadakan acara Military Attache Tour (Milat Tour) 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah pada 16–19 September 2025.

Kegiatan tahunan itu dilaksanakan Staf Intelijen (Sintel) TNI. Untuk tahun ini, Milat Tour dipimpin Perwira Bantu (Paban) II/ Hubungan Luar Negeri Sintel TNI Kolonel Laut (P) Yulian B. Ariyanto.

Kolonel Yulian menyebutkan bahwa Military Attache Tour merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan lebih dekat satuan-satuan TNI, pemerintahan daerah, serta kekayaan wisata dan budaya Indonesia. 

Baca Juga: KSAD: TNI AD akan Buat Telepon Pengaduan untuk Seleksi Penerimaan Prajurit

"Lokasi penyelenggaraan dipilih secara bergilir di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, sehingga dalam masa penugasan rata-rata tiga tahun, para Atase Pertahanan dapat mengenal Indonesia secara utuh. Tahun sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara," ujar Yulian, dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI, Sabtu (20/9).

Milat Tour
Milat Tour agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan satuan-satuan TNI, pemerintahan daerah, serta kekayaan wisata dan budaya Indonesia. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Yulian berharap, melalui Milat Tour 2025, kerja sama pertahanan serta persahabatan antar-bangsa semakin erat.

Rangkaian Milat Tour 2025 meliputi kunjungan ke Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Adisucipto, Akademi Angkatan Udara, Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, serta jamuan makan malam oleh Pemda DIY di Taru Martani 1918.

Baca Juga: KSAD Bangga Banyak Generasi Muda yang Hadir di Pameran Alutsista TNI

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Candi Borobudur, Akademi Militer Magelang, dan menyaksikan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan.

Para Atase Pertahanan negara sahabat yang turut serta berasal dari Serbia, Brasil, Prancis, Jerman, Iran, Turki, Amerika Serikat, Sri Lanka, Kenya, Jepang, Timor Leste, Myanmar, Laos, dan Belanda. 

Saat ini, terdapat 46 negara dengan Atase Pertahanan terakreditasi di Indonesia, terdiri atas 36 resident dan 10 non-resident. Pada tahun ini, posisi Dean of Military Attache dijabat oleh Kolonel Miloje Zdravkovic dari Serbia. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.