Stabilitas Keamanan Mempermudah Pembangunan Infrastruktur Papua

Papua, IDM - Danrem 172/Pwy Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan TNI-Polri akan terus menjaga stabilitas keamanan di Papua, Dalam kunjungan kerja ke Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada, Senin (13/10).
Lebih Lanjut, Danrem 172/Pwy menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan yang akan memudahkan pembangunan infrastruktur di daerah Papua.
"Mari kita saling bersinergi demi terciptanya keamanan di Papua karena keikutsertaan peran masyarakat akan mempermudah terciptanya keamanan Papua. " Ujar Izak Pangemanan.
Danrem 172/Pwy mendampingi Anggota Komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandanes melaksanakan peninjauan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), Perkembangan Pembangunan Palapa Ring dan Pembangunan Kelistrikan di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandanes, Kabinda Papua Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, dan Kapolsek Pegunungan Bintang Akbp Cahyo Sukarnito, Plt Sekda Pegunungan Bintang Aloysius Giya, dan Para Undangan yang hadir. (MAN)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































