Spesifikasi Kapal Amfibi LPD dan OPV Rudal Thailand yang Singgah di Jakarta

Jakarta, IDM – Dua kapal perang milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand, HTMS Angthong (LPD-791) dan HTMS Prachaup Khiri Khan (OPV-552), resmi menuntaskan misi diplomatiknya di Indonesia. TNI AL melepas keberangkatan duet kapal amfibi dan patroli rudal ini Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/3).
Asisten Intelijen (Asintel) Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III Kolonel Laut (P) Saut Lagu Jendri, memimpin langsung prosesi pelepasan. Kedua kapal yang masing-masing dikomandani oleh Letkol Chayapat Phungprasopporn dan Letkol Kongkacha Kerdchuchern ini telah bersandar di ibu kota selama empat hari, sejak 23 Maret lalu.
Bukan sekadar singgah, kehadiran alutsista Thailand ini membawa misi pelatihan bagi para perwira muda (kadet) mereka. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang pertukaran profesionalisme militer antar kedua negara di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Letkol Pnb Rahman ‘Frostwolf’ Pegang Tongkat Komando Skadron Udara 11
Saut mengatakan, kehadiran dua kapal perang Thailand di Jakarta merupakan simbol kuatnya hubungan bilateral yang melampaui urusan teknis.
"Kehadiran Angkatan Laut Thailand di Jakarta bukan sekadar singgah secara teknis, melainkan simbol kuatnya hubungan bilateral kita. Kunjungan ini menjadi ajang strategis untuk menjalin hubungan baik antarprajurit, sekaligus momentum kami memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia," ungkap kata Saut, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III.
Ia juga berharap kunjungan intensif selama empat hari ini mampu mempertebal sinergi kedua angkatan laut.
"Semoga hubungan bilateral, khususnya antara TNI AL dengan Thailand, semakin erat. Kami mengapresiasi kehadiran mereka yang juga mengemban misi pendidikan dan pertukaran profesionalisme militer ini," tambahnya.
Baca Juga: Daftar 7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska
Kapal Pengangkut Amfibi dan Patroli Rudal
Hadir sebagai kapal angkut amfibi raksasa, HTMS Angthong (LPD-791) merupakan kapal jenis Landing Platform Dock buatan Singapura yang mampu menampung hingga 500 personel marinir. Dengan panjang 141 meter, kapal ini berfungsi sebagai markas terapung yang dilengkapi geladak helikopter luas dan dok untuk meluncurkan kapal pendarat kecil.
Sementara itu, HTMS Prachaup Khiri Khan (OPV-552) tampil sebagai kapal patroli lepas pantai yang lincah namun mematikan. Kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ini merupakan hasil modifikasi kelas River Inggris yang dibangun secara lokal di Thailand. Tak main-main, kapal ini sudah mengusung sistem peluncur rudal anti-kapal Harpoon, menjadikannya salah satu kapal patroli paling disegani di kelasnya.
Selama di Jakarta, para awak kapal dan kadet Thailand menjalani agenda padat, mulai dari kunjungan kehormatan, jamuan di atas kapal, hingga pengenalan budaya lokal melalui tur kota.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































