Spesifikasi HMS Richmond, Kapal Perang Inggris yang Sedang Bersandar di Jakarta

Jakarta, IDM – Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, His Majesty’s Ship (HMS) Richmond saat ini sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak 25 Juni hingga 1 Juli 2025.
Kedatangan HMS Richmond untuk kali kedua di Jakarta memiliki sejumlah misi penting. Selama bersandar, kapal perang tersebut akan menjadi tempat digelarnya forum diskusi sejumlah industri pertahanan Inggris bersama TNI AL hingga para pejabat lembaga atau instansi terkait.
Secara umum, HMS Richmond memiliki panjang 133 meter dengan lebar 16,1 meter. Kapal perang tipe fregat-23 mampu menjangkau 14.000 kilometer dengan kecepatan 28 kilometer per jam. Dirancang untuk bertahan dan menyerang dari segala arah, kapal ini dipersenjatai dengan rudal anti air, rudal anti kapal, serta rudal anti kapal selam.
Baca Juga: Anoa 3, Ranpur Baru Indonesia, Bisa Tahan Ranjau dan Peluru
HMS Richmond juga dilengkapi dengan perahu yang mampu menempuh kecepatan 30 knot untuk menghadapi ancaman jarak dekat seperti pemeriksaan dan pengamanan kapal musuh di tengah laut.
Selain itu, HMS Richmond yang mempunyai sonar serta sistem tempur bawah laut ini juga membawa helikopter Merlin Mark II. Helikopter serbu tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mendeteksi dan menghancurkan kapal selam musuh.
Merlin Mark II bisa menurunkan sonar aktif ke dalam air atau menjatuhkan sonobuoy. Sonobuoy merupakan alat sonar kecil yang mengambang di air dan bisa mendeteksi suara kapal selam.
HMS Richmond memiliki Automatic Cannon Gun (ACG), senjata yang menembakkan peluru berkaliber 30 mm. Kemudian, mereka memiliki Heavy Machine Gun (HMG) senjata berat berkaliber 12.7 mm dan General Purpose Machine Gun (GPMG).
Baca Juga: Mengenal Pesawat Terbang Tanpa Awak Inovasi Pussenarmed TNI AD
Selain itu, HMS Richmond juga dipersenjatai dengan meriam kaliber 4.5 inch K Mod 1. Senjata itu menembakan peluru seberat lebih dari 30-36 kilogram.
Seperti diketahui, HMS Richmond merupakan bagian dari UK Carrier Strike Group (CSG), misi gabungan multinasional yang bertujuan memperkuat posisi Inggris sebagai pemimpin yang kuat di kancah global, memperdalam hubungan dengan sekutu dan membangun kemitraan baru, memastikan keamanan Inggris baik di dalam maupun di luar negeri.
Kapal perang ini tergabung dalam misi di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal induk Angkatan Laut Inggris, HMS Prince of Wales dan kapal perang sekutu lainnya. CSG merupakan batu penjuru dari kekuatan ekspedisi gabungan Inggris dan landasan dasar blok NATO dan persekutuan keamanan global. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































