HANKAM

Sosok Mayjen TNI Deddy Suryadi, Mantan Ajudan Jokowi yang Kawal Pembangunan Desa

Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi.
Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi resmi menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya/Jayakarta. (Foto: Dok. TNI)

Jakarta, IDM – Sosok Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi resmi menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya/Jayakarta. Deddy menggantikan Mayjen TNI Rafael Granada Baay yang dipromosikan menjadi Sekretaris Utama (Sestama) BIN.

Deddy sebelumnya menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-36 dan Panglima Kodam IV/Dipenogoro. Mutasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 tanggal 27 Mei 2025.

Dalam beberapa catatan yang dibuat Indonesia Defense Magazine, Deddy dikenal sebagai sosok yang perhatian kepada masyarakat. Pria kelahiran 14 September 1973 ini menginisiasi pembangunan gereja di lingkungan Kodam serta pembangunan jembatan di wilayah pelosok Jawa Tengah.

Baca Juga: TNI Bagi-bagi Laptop dan Seragam untuk Anak-anak di Kampung Yagatsu, Papua

Bahkan, Deddy juga mengawal program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan empat prinsip hidup yang selalu dipegangnya.

Keempat prinsip Deddy adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri, memberikan manfaat bagi orang lain, tidak merugikan diri sendiri, dan tidak merugikan orang lain.

Deddy Suryadi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996 dari kecabangan infanteri. Ini adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk perwira pertama TNI Angkatan Darat yang berasal dari kecabangan infanteri.

Baca Juga: KSAD Sertijab Brigjen TNI Toto Hadiyan Jabat Kapusbekangad

Kemudian, Deddy mulai merintis karier militer di satuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Deddy pun melanjutkan pendidikan lanjut perwira I dan pendidikan lanjutan perwira II.

Tak berhenti sampai di situ, Deddy mengenyam ilmu di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2010 dan menjadi lulusan terbaik Siswa Kursus Reguler) Susreg XLVII 2010. Deddy pun melanjutkan pendidikan di Sesko TNI pada 2019.

Karier militer Deddy terbilang moncer. Pasalnya, sejumlah jabatan strategis pernah ditempati Deddy. Pada 2014-2016, Deddy pernah menjabat sebagai Dandim 0623/Cilegon pada 2014-2016. Setelahnya, Deddy mengemban amanah menjadi Komandan Grup 2/Sandi Yudha pada 2016-2017.

Baca Juga: TNI AD Dukung Program Pemerintah Produksi Obat Murah untuk Masyarakat

Seusai dari Grup 2/Sandi Yudha, karir Deddy semakin menanjak karena masuk ke Istana setelah dipercaya menjadi Ajudan Presiden ketujuh Joko Widodo. Deddy bertugas menemani Jokowi sebagai Ajudan berjalan selama dua tahun, yaitu dari 2017 hingga 2019. Karir Deddy Suryadi semakin melejit usai dipercaya menjadi Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Tak berhenti sampai di situ, Deddy menjabat sebagai Danrem 074/Warastratama bulan Maret 2021. Jabatan itu hanya Deddy pegang selama 4 bulan hingga akhirnya dipercaya menjadi Wadanjen Kopassus.

Deddy kemudian menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 2023 hingga dirinya ditunjuk menjadi pangdam IV/Dipenogoro pada Februari 2024. Kini, dengan jabatan baru sebagai Panglima Kodam Jaya/Jayakarta, Deddy diharapkan bisa membawa satuan yang dipimpinnya semakin berjaya. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.