HANKAM

Soal Pengibaran Bendera GAM, Presma UIN Makassar Sebut Ancam Kedaulatan Negara

Presiden Mahasiswa
Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid. (Foto: Dok. Dema UIN Alauddin Makassar)

Jakarta, IDM – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, mengecam aksi pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah situasi bencana.

Ia menyebut tindakan tersebut bukan sekadar ekspresi simbolik, melainkan bentuk provokasi politik yang secara terang-terangan menantang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini bukan soal sebuah bendera yang berkibar, ini soal harga diri bangsa. Pengibaran bendera GAM adalah ancaman kedaulatan. Negara tidak boleh diam,” tegas Zulhamdi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi IDM, Rabu (31/12).

Baca Juga: TNI AD Ikuti Pelatihan Sistem Pertahanan Udara BUK di Belarusia

Menurutnya, momentum ini harus menjadi alarm bagi pemerintah agar tidak meremehkan gerakan separatis dalam bentuk apa pun. Ia menilai, pembiaran hanya akan membuka ruang eskalasi dan menjadi preseden buruk bagi masa depan keamanan nasional.

"Pengalaman pahit konflik Aceh sudah cukup menjadi pengingat bahwa isu separatisme bukan hal sepele. Luka lama dapat kembali terbuka bila negara tak hadir dengan sikap tegas dan tindakan jelas", tegasnya.

Ia menilai bahwa aksi pengibaran bendera GAM berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menebar provokasi dan memperkeruh kondisi sosial.

"Ini bisa memicu ketegangan horizontal yang merugikan rakyat serta melemahkan wibawa negara", tandasnya.

Baca Juga: Sertijab Tiga Jabatan Strategis TNI, Kapuspen TNI Kini Dijabat Jenderal Kopassus Eks Direktur A Bais

Lebih jauh, ia mendorong agar dilakukan pengamanan yang tegas terhadap tindakan separatis.

“Persatuan Indonesia harga mati. Aceh adalah bagian sah dari NKRI, dan kita, khususnya mahasiswa wajib menjaga keutuhan bangsa dari segala bentuk ancaman separatisme,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 25 Desember lalu, sejumlah warga di Aceh Utara menggelar kegiatan penyampaian pendapat mengenai penanganan bencana di Sumatra. Mereka yang terdiri dari pemuda dan membawa atribut bendera bulan bintang khas GAM menyuarakan kekecewaan atas penanganan bencana oleh pemerintah pusat.

Bentrok sempat pecah saat aparat gabungan TNI-Polri berusaha membubarkan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Tiga Kapal Ranjau Koarmada II Kini Dipimpin Komandan Baru

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mengingatkan agar tidak ada kelompok-kelompok yang berupaya memprovokasi di tengah proses penanganan bencana Sumatra oleh pemerintah.

“Saya harapkan tidak ada kelompok yang mengganggu proses tersebut,” ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12).

Saat ini, lanjut Agus, pemerintah bersama masyarakat tengah bekerja untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok yang ganggu proses itu,” kata Agus. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.