HANKAM

Soal 48 Jet KAAN Turki, Kemhan: Kita Ingin Punya Skadron Tempur Ideal

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan nota kesepahaman pembelian jet KAAN asal Turki, saat menghadiri pembukaan Indo Defence 2024, Jakarta, Rabu (11/6). (Foto: Dok. Kemensetneg RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan rencana akuisisi 48 jet asal Turki, KAAN merupakan perhitungan ideal untuk kemampuan skadron tempur TNI AU.

"Angka 48 itu adalah perhitungan ketika kita pingin punya skuadron yang memang ideal dari jumlah pesawatnya," ungkap Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, dalam konferensi pers di Indo Defence 2025, Jakarta, Kamis (12/6).

Namun, angka tersebut masih tercatat dalam konteks nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Turki, belum memiliki kontrak yang sifatnya mengikat secara hukum.

Baca Juga: Fincantieri dan PMM Teken Kerja Sama Strategis untuk Atasi Tantangan Bawah Air

"Terlepas mungkin udah ada tweetnya dari Presiden Erdogan, kemarin yang ditandatangani itu adalah MOU, belum kontrak. MOU antara kita dengan turki, memang kalau di media disampaikan jumlahnya 48, untuk saat ini kita berharap yang terbaik jumlah yang sesuai dengan kebutuhan kita," lanjut Frega.

Tak hanya itu, jumlah 48 jet KAAN tersebut masih berpotensi mengalami perubahan, tergantung nantinya dengan proses negosiasi saat ingin kontrak.

"Tapi pada saat kontrak yang diputuskan berapa, tentunya akan ada proses negosiasi secara teknis, termasuk dalam kontrak itu apakah ada alih teknologi, berapa persen alih teknologinya, berapa yang mau diproduksi bersama, komponennya, nah itu masih dalam proses negosiasi," ujarnya.

Kendati demikian, Kemhan mengharapkan adanya tindak lanjut dari MoU tersebut yang dapat membawa manfaat untuk Indonesia, terlebih dari pengembangan industri pertahanan.

Baca Juga: MoU dengan Naval Group, PTDI Komitmen Perluas Kerja Sama Industri Maritim

"Kita berharap menjadi pertahanan teknologi, bisa menggerakkan industri pertahanan kita dan bahkan nantinya ke depan kita juga bisa punya kemandirian alutsista, sama seperti dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (11/6) mengumumkan Turki akan mengekspor 48 unit jet KAAN ke Indonesia.

Adapun KAAN adalah pesawat tempur generasi kelima buatan dalam negeri yang dikembangkan untuk menggantikan armada F16 milik tentara nasional Turki. Kesepakatan ini menjadi kontrak ekspor pertama bagi jet tempur canggih yang masih berada dalam tahap pengembangan tersebut.

Dalam unggahan di platform X, Erdogan menyebutkan seluruh jet KAAN akan diproduksi di Turki dan kemudian dikirim ke Indonesia. Ia juga menambahkan kemampuan lokal Indonesia akan turut diintegrasikan dalam proses produksi, meskipun tidak merinci lebih lanjut.

Baca Juga: Kemhan RI Ungkap Tantangan Industri Pertahanan Dalam Negeri

Tidak pula jelas berapa harga yang disepakati kedua negara. Namun, sejumlah laporan media lokal di Turki menyebut total nilai kontrak mencapai Rp160 triliun.

Menurut laporan harian Sabah Turki, kesepakatan ini dicapai di sela-sela pameran industri pertahanan Indo Defence 2025 yang berlangsung di Jakarta. "Perjanjian ini menunjukkan kemajuan dan capaian industri pertahanan dalam negeri dan nasional kami," ujar Erdogan.

Ia juga memberikan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto atas perannya dalam mewujudkan kesepakatan tersebut.

Di pembukaan Indo Defence 2025, Jakarta, Rabu (11/6), Prabowo menyaksikan penandatanganan pembelian jet KAAN oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki Haluk Görgün. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.