HANKAM

Skenario Sabotase Kopaska vs Pertahanan Udara Marinir di Cilandak

Prajurit Marinir Pasmar
Prajurit Marinir Pasmar 1 melakukan movement taktis di area terbuka dengan perlindungan asap biru dalam skenario kontra sabotase untuk merebut kembali objek vital yang disusupi tim Kopaska di Cilandak, Minggu (12/4). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kawasan Markas Komando (Mako) Pasmar 1 Cilandak, Jakarta Selatan, yang biasanya tenang pada hari libur mendadak mencekam pada Minggu (12/4) pagi. Deru sirine yang meraung panjang seketika mengubah suasana santai menjadi siaga tempur saat sejumlah pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) terdeteksi menyusup ke sarang petarung Korps Marinir tersebut.

Ketegangan ini bukan tanpa sebab. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sengaja menggelar inspeksi mendadak untuk menguji kesiapsiagaan operasional prajurit. Berdasarkan keterangan Dispenal, Senin (13/4), Ali datang secara senyap tanpa pengawalan protokoler maupun atribut dinas lengkap untuk melihat realitas kesiapan satuan di lapangan secara objektif.

Baca Juga: Satgas Pamtas Gagalkan Upaya Penyelundupan 47 Karung Beras Ilegal

Aksi penyusupan bermula sejak dini hari saat tim penyabotase dari Kopaska melaksanakan surveillance atau pengintaian senyap. Para prajurit spesialis bawah air ini mengendap masuk ke area markas untuk menjalankan skenario penculikan salah satu pejabat teras Marinir. Mereka bergerak dengan perhitungan waktu yang sangat presisi atau time on target agar serangan dilakukan tepat sasaran saat penjagaan dianggap lengah.

Memasuki pukul 08.15 WIB, konflik berpindah ke dimensi udara. Sebuah pesawat King Air yang berperan sebagai musuh simulasi melintas di atas wilayah Mako Pasmar 1. Tak berselang lama, sebuah helikopter menyusul dengan melakukan teknik approach atau pendekatan rendah, kemudian melakukan hover, yakni posisi terbang diam di udara, di atas gedung Cakra. Manuver ini bertujuan melakukan ekstraksi atau evakuasi paksa terhadap sandera yang telah dikuasai tim penyusup.

Prajurit Marinir Pasmar
Sebuah helikopter Dauphin TNI AL bermanuver rendah di atas Mako Pasmar 1, Cilandak, bertindak sebagai unsur musuh simulasi dalam skenario infiltrasi udara dan ekstraksi sandera yang dilakukan tim Kopaska. (Foto: Dok. Dispenal)

Namun, upaya pelarian tim lawan tersebut menemui jalan buntu. Satuan pertahanan udara Marinir merespons ancaman tersebut melalui penggelaran posisi tempur atau steling. Ketatnya blokade udara dan darat dari prajurit Marinir, unsur udara musuh pun terpaksa menarik diri dan membatalkan penjemputan.

anggota Kopaska
Empat anggota Kopaska dengan perlengkapan tactical lengkap berlutut dengan tangan di atas kepala setelah tertangkap prajurit Marinir, menyusul skenario sabotase yang digagalkan di Mako Pasmar 1, Cilandak. (Foto: Dok. Dispenal)

Ali memantau langsung koordinasi antarlini dalam menghadapi situasi darurat tersebut. Meski tim penyabot sempat mencoba meloloskan diri menggunakan kendaraan taktis, mereka akhirnya tertahan di pos penjagaan akibat prosedur pengamanan berlapis yang diterapkan prajurit Pasmar 1.

Baca Juga: 2.000 ASN Mulai Rangkaian Latihan Komcad, Bacadnas Ingin Sistem Pertahanan Negara Terpelihara

Di sela-sela peninjauan, Ali menegaskan pentingnya mentalitas siap siaga bagi setiap prajurit TNI AL.

"Kesiapsiagaan adalah kunci utama kekuatan angkatan laut yang profesional, modern, dan tangguh. Sidak ini merupakan bentuk evaluasi nyata agar setiap satuan selalu dalam kondisi siap tempur, baik personel maupun material, tanpa mengenal waktu," tegas Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.