HANKAM

Skenario Mencekam: Batalion Zeni TNI AD Lumpuhkan Ancaman Bom di Stasiun Whoosh

Latihan Simulasi Penanggulangan Bahaya
Latihan Simulasi Penanggulangan Bahaya Bahan Peledak TA. 2026 yang dilaksanakan di Stasiun KCIC Whoozh Tegalluar, Bandung. (Foto: Dok. Yonzipur 9)

Jakarta, IDM – Aksi cepat prajurit Kostrad kembali diuji dalam situasi darurat tinggi. Lewat skenario penanganan ancaman peledak yang dirancang sangat realistis, Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad bersama pihak Stasiun KCIC Whoosh Tegalluar berhasil menyimulasikan tindakan penggagalan ancaman bom demi menjamin keamanan Objek Vital Nasional Kereta Cepat Whoosh.

Dilansir dari keterangan Penyonzipur 9, Sabtu (24/10), Komandan Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad, Letkol Czi Martin Novence mengatakan latihan ini memiliki tujuan utama untuk menguji serta mengasah kemampuan taktis dan teknis prajurit dalam menghadapi ancaman bahaya bahan peledak, serta meningkatkan kesiapsiagaan personel keamanan Stasiun KCIC Whoozh Tegalluar khususnya untuk menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Perkuat Matra Darat, Laut, dan Udara: TNI Sosialisasikan Doktrin Perisai Trisula Nusantara

"​Melalui kolaborasi dan latihan terpadu ini, diharapkan seluruh pihak dapat mengantisipasi dan meminimalisir risiko secara optimal apabila di kemudian hari terjadi potensi ancaman keamanan yang memerlukan penanganan khusus terkait Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak)," kata Martin.

Latihan Simulasi Penanggulangan Bahaya
(Foto: Dok. Yonzipur 9)

Untuk diketahui, Jihandak memegang peran krusial dalam menjaga dan mengamankan Obvitnas dari ancaman terorisme, sabotase, serta bahaya material peledak.

Latihan Simulasi Penanggulangan Bahaya
(Foto: Dok. Yonzipur 9)

Sesuai doktrin "Tidak ada kesalahan untuk kedua kalinya" (karena kesalahan fatal berujung pada kematian), tim Jihandak bertugas untuk melakukan. sterilisasi preventif dengan melakukan penyisiran berkala menggunakan alat khusus (seperti metal detector, x-ray portable, dan robot penjinak bom) sebelum adanya acara kenegaraan atau untuk memastikan area vital bersih dari ancaman tersembunyi.

Baca Juga: Mayjen TNI Susilo Resmi Jabat Komandan Pussenif

Kemudian deteksi dan identifikasi yaitu menganalisis jika ditemukan benda mencurigakan (apakah termasuk Improvised Explosive Device/IED atau bom rakitan).

Berikutnya, Disposal (Pemusnahan/Penjinakan) yaitu nengisolasi zat atau bahan peledak dari area vital, kemudian menjinakkannya di tempat atau memindahkannya ke lokasi aman untuk diledakkan (disposal).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.