Skenario Baru Pertahanan Laut, KSAL Pimpin Penyempurnaan Doktrin TNI AL

Jakarta, IDM – TNI AL tengah mematangkan draf doktrin baru untuk mengantisipasi pergeseran pola perang modern. Pembaruan aturan induk ini bertujuan memperkuat kesiapan operasi militer di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali bersama Wakil KSAL Laksdya Edwin memimpin langsung uji naskah III doktrin TNI AL “Jalesveva Jayamahe” di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (6/7).
Baca Juga: Setahun di Perbatasan RI-Malaysia, Ini Daftar Barang Ilegal yang Disita TNI AD!
Pematangan regulasi ini meneruskan penggodokan draf yang bergulir pada pertengahan Juni lalu. Saat itu, Edwin mengingatkan seluruh jajaran agar hukum dasar pertempuran laut Indonesia segera bertransformasi. Penyesuaian ini krusial agar prajurit tidak gagap menghadapi hybrid warfare atau peperangan hibrida, sebuah metode konflik kombinasi yang menggabungkan serangan fisik konvensional dengan taktik nonmiliter, seperti serangan siber, sebaran disinformasi, hingga tekanan ekonomi.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, uji naskah ketiga ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan konsep dan implementasi aturan di lapangan. Draf final ini akan menjadi acuan nyata bagi seluruh prajurit matra laut.
Baca Juga: Kuatkan Stabilitas Wilayah Jakarta, Pasmar 1 Marinir Gandeng Kesbangpol DKI
“Penyelarasan doktrin menjadi acuan yang efektif dalam mendukung kesiapan operasional, meningkatkan interoperabilitas (kemampuan koordinasi) antarsatuan, serta memperkuat profesionalisme prajurit TNI AL saat menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia,” ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (7/7).
Dalam pembedahan naskah yang komprehensif ini, tim penyusun menyerap sejumlah masukan objektif dari para jenderal dan perwira tinggi yang hadir. Uji sahih ini memastikan seluruh pasal dalam doktrin memiliki daya tangkal yang optimal terhadap perkembangan lingkungan strategis, dinamika ancaman global, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertahanan maritim.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































