Sjafrie Sjamsoeddin dan Peran Strategis dalam Diplomasi Pertahanan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dikenal sangat aktif dalam diplomasi pertahanan. Sjafrie menekankan hubungan internasional sebagai salah satu pilar utama kebijakan pertahanan nasional.
Sjafrie juga meyakini kolaborasi antarnegara tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas keamanan regional, tetapi juga sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama.
Hal itu terlihat saat dirinya menerima kunjungan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/8).
Sjafrie mengatakan, setidaknya ada dua hal yang ia bahas bersama Chun Sing. Pertama, soal hubungan bilateral kedua negara dalam bertetangga. Kedua, terkait lingkup pertemuan ASEAN Defence Ministers Meeting.
“Kita berbicara soal kerja sama militer dan pertahanan antara kedua negara, itu kita terus tingkatkan. Dan sebagai negara yang bertetangga kita mesti rukun, enggak boleh negara yang bertetangga itu ribut. Harus rukun. Kita menghindari konflik,” tutur Sjafrie.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Anggaran Pertahanan Indonesia 2026 Sebesar Rp185 Triliun
Pertemuan tersebut dalam rangka mencocokan frekuensi. RI juga membahas pengiriman personel militer ke Singapura.
“(Bahasan) kedua, kita sesama warga ASEAN. Di sini kan ada ASEAN Defence Ministers Meeting. Jadi setiap ada apa-apa, kita berembuk. Bukan untuk memperuncing situasi, tapi untuk mensejukan situasi. Ini kita lakukan,” ungkap Sjafrie.
Sjafrie juga meneruskan program “Trisula Nusantara” yang digagas Presiden Prabowo Subianto saat menjabat Menhan sebelumnya.
Program ini bertujuan memperkuat pertahanan di tiga wilayah utama Indonesia, yakni darat, laut, dan udara, demi menjaga kedaulatan negara secara menyeluruh.
Baca Juga: TNI Kontak Tembak dengan OPM di Puncak Jaya dan Sugapa, Tiga Anggota OPM Tewas
Upaya modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) terus dilakukan di bawah kepemimpinan Sjafrie. Ia aktif mendorong sinergi antara industri pertahanan dalam negeri dan kerja sama dengan industri pertahanan luar negeri.
Hal ini sekaligus mendorong kemandirian pertahanan nasional sekaligus memperkuat kemampuan teknologi militer Indonesia.
Dengan segala capaian tersebut, Sjafrie semakin menegaskan posisinya sebagai sosok militer Indonesia yang punya kecakapan strategis, kemampuan operasi, dan kapasitas akademis yang mumpuni.
Terkini, Sjafrie menerima Gelar Jenderal Kehormatan yang diberikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8).
Sjafrie kini resmi menyandang pangkat Jenderal (Purn) Kehormatan. Penganugerahan gelar tersebut diberikan orang nomor satu di Indonesia karena Sjafrie dinilai sukses dalam setiap penugasan operasi militer.
Baca Juga: JAT Siapkan Manuver Udara Spesial dengan Delapan Pesawat KT-1B Woong Bee di HUT ke-80 RI
“Dengan mengucap rasa syukur, Alhamdulillah saya menerima penganugerahan Gelar Jenderal TNI Kehormatan dari Presiden Prabowo,” tutur Sjafrie yang dikutip dari Instagram resminya.
Penghargaan ini bukan hanya kehormatan pribadi, tetapi juga amanah besar untuk terus mengabdi demi pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada negara adalah panggilan jiwa yang tak pernah berhenti,” tambahnya.
Sepak terjang Sjafrie di dunia militer tak lepas dari kebersamaannya dengan Prabowo. Keduanya merupakan sahabat lama sejak menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan lulus pada tahun yang sama, yakni 1974. Seiring berjalannya waktu, rekam jejak Sjafrie di dunia militer semakin mentereng dengan prestasi yang panjang.
Dengan gelar Jenderal Kehormatan, kini Sjafrie bukan hanya sahabat setia Presiden Prabowo tetapi juga sebagai tokoh penting di sektor pertahanan Indonesia.
Kepemimpinan Sjafrie di Kementerian Pertahanan juga menjadi bukti nyata pengalamannya di medan tempur terpatri dalam tata kelola pertahanan negara yang profesional dan visioner. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































