HANKAM

Situasi di Distrik Namblong Kini Kondusif Buntut Kasus Babinsa Dikeroyok Warga

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Dedi Hardono
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Dedi Hardono meninjau langsung situasi keamanan di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Kodam XVII/Cendrawasih)

Jakarta, IDM - Situasi di Distrik Namblong kini kondusif buntut kasus pengeroyokan Babinsa. Situasi ini dipastikan saat Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Dedi Hardono meninjau langsung situasi keamanan di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua.

Danrem menyebut, situasi di wilayah tersebut sudah kondusif. Aparat dari pihak TNI dan Kepolisian telah melakukan penjagaan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Saat ini masyarakat telah mengamankan diri ke keluarga masing-masing di Distrik Nimbokrang. Kita berharap permasalahan ini dapat segera selesai sehingga roda perekonomian di wilayah ini dapat berjalan seperti sediakala,” katanya.

Baca Juga: Pasca-Enam Bulan Tugas, Dankormar Sambut Kepulangan Prajurit Marinir Satgas Cartenz 2023

Sebelumnya, massa mengamuk dan membakar delapan bangunan di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (1/1/2024).

Hal itu merupakan buntut kasus pengeroyokan terhadap salah satu anggota Babinsa bernama Sertu AD. Dalam perkelahian tersebut satu orang meninggal dunia. Kematian warga tersebut membuat massa tak terima dan melakukan pembakaran.

Dilansir dari Kompas, Wakil Sementara (WS) Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Chandra Kurniawan mengungkap duduk perkara peristiwa amuk massa tersebut.

Baca Juga: Panglima TNI Sapa Babinsa se-Jawa Tengah Saat Dampingi Presiden Jokowi Kunker

Mulanya seorang anggota Babinsa, Sertu AD diadang oleh sekelompok orang dalam kondisi mabuk minuman keras. Penyerangan itu terjadi saat anggota Babinsa tersebut pulang setelah melaksanakan pengamanan malam pergantian tahun.

"Terjadi saat anggota Babinsa kita jalan pulang ke rumah, namun di jalan ia diadang dan dianiaya oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras," kata Chandra.

DB kemudian meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas, dan keluarga DB dan rekan-rekannya lantas mengamuk dan melakukan aksi pembakaran dengan membabi buta.

Baca Juga: KSAU Tegaskan Perintah Harian untuk Prajurit TNI AU, Salah Satunya Netralitas di Pemilu 2024

Sebanyak delapan bangunan dibakar. "Termasuk rumah Babinsa bersama sejumlah rumah lainnya," kata Chandra.

Anggota Babinsa tersebut juga mengalami luka dan masih menjalani perawatan. "Walaupun (anggota Babinsa) juga korban, namun yang bersangkutan akan tetap dimintai keterangannya," kata Chandra memastikan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.