Siswa Marinir Tempuh Lintas Medan Gunung Bromo-Pantai Baruna Malang

Jakarta, IDM – Para siswa pendidikan komando Marinir angkatan ke-175 menjalani pelatihan lintas medan yang dimulai dari Gunung Bromo sampai Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur.
Pelatihan lintas medan tersebut dilepas langsung oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pembinaan, dan Latihan TNI AL (Dankodiklatal) Letjen (Mar) Nur Alamsyah, di Gunung Bromo, Selasa (11/3).
Baca Juga: Puluhan Siswa Sekbang TNI AU A-105 Tingkatkan Kemampuan Terbang Navigasi
Sebelumnya, sebanyak 44 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-72, 89 siswa pendidikan pertama bintara angkatan ke-44 gelombang 1, dan 185 siswa pendidikan pertama tamtama angkatan ke-4 gelombang 1 kejuruan Marinir telah menempuh lintas medan dari Banyuwangi sampai Gunung Bromo sepanjang ratusan kilometer.
“Latihan praktik pendidikan komando wajib diikuti oleh para taruna AAL dan siswa Kodiklatal Korps Marinir, sebelum pembaretan bagi setiap prajurit Korps Marinir karena di dalamnya memuat berbagai macam materi dasar untuk mendidik dan memberikan bekal keterampilan dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit komando.” kata Nur Alamsyah, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Rabu (12/3).
Menurutnya, latihan pendidikan komando diberikan kepada para taruna AAL dan siswa Kodiklatal sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia, khususnya untuk prajurit Marinir agar tangguh, modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global.
Baca Juga: TNI AD Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Senjata Rakitan di Bima
“Dengan penuh rasa bangga, saya mengucapkan selamat kepada para taruna, siswa Dikmaba dan Dikmata Kodiklatal yang berhasil menyelesaikan empat tahap latihan, meliputi dasar komando, kemampuan dan ketahanan di laut, pertempuran hutan, teknik dan taktik perang gerilya serta yang akan diikuti adalah lintas medan dari Bromo sampai Pantai Baruna,” jelasnya.
Dankodiklatal juga berpesan kepada para siswa pendidikan komando Marinir angkatan ke-175 agar melaksanakan setiap tugas dalam lintas medan sesuai petunjuk dan arahan instruktur atau pelatih.“Ingat, keberhasilan bukan diperoleh dengan mudah tetapi dengan kerja keras dan motivasi yang tinggi dari setiap siswa dalam menjaga nama besar prajurit baret ungu Korps Marinir,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































