HANKAM

Siswa Komcad ASN Kementerian Latih Kemampuan Navigasi Darat hingga Praktik Lapangan PHH

Siswa Komcad ASN
Siswa Komcad ASN Kementerian TA 2026 mengikuti praktik lapangan Penanggulangan Huru Hara (PHH). (Foto: Dok. Instagram @wingdik_500umum)

Jakarta, IDM – Para siswa Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Gelombang I Tahun Anggaran 2026 telah memperoleh berbagai materi pelatihan dasar kemiliteran sejak pembukaan pendidikan pada 22 April 2026, mulai dari navigasi darat hingga praktik lapangan Penanggulangan Huru Hara (PHH).

Mereka memperoleh materi navigasi darat atau Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK) di Wingdik 500/Umum pada Jumat (1/5). Penerangan Wingdik 500/Umum, melalui unggahan Instagram @wingdik_500umum_bogor, dikutip Senin (4/5) menjelaskan bahwa materi tersebut mencakup keterampilan membaca peta, menggunakan kompas, memahami teknik orientasi medan, serta menentukan azimut (sudut arah) dan koordinat.

Sehari berselang, para siswa menjalani latihan mendirikan tenda dan bivak sederhana dengan memanfaatkan material alam. Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis serta kemandirian para siswa dalam menghadapi kondisi darurat maupun operasi lapangan.

Baca Juga: Tegas! Korps Marinir Larang Prajurit Kirim Dokumen Dinas via Medsos, Ini Sanksinya

Kemudian, mereka mengikuti praktik lapangan PHH di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Minggu (3/5). Materi latihan tersebut diberikan untuk meningkatkan kesiapasigaan serta kemampuan teknis dalam menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Siswa Komcad ASN
Siswa Komcad ASN Kementerian TA 2026 mempraktikkan materi Ilmu Medan, Peta, dan Kompas malam. (Foto: Dok. Instagram @wingdik_500umum)

Materi PHH mencakup pengenalan formasi pengendalian massa, penggunaan perlengkapan dasar, serta langkah-langkah preventif dalam menghadapi situasi yang berpotensi ricuh. Instruktur menekankan bahwa kemampuan penanggulangan huru hara tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecermatan dalam membaca situasi serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tindakan.

Keterlibatan para ASN dalam program Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang bersifat semesta. ASN, sebagai bagian dari komponen cadangan, diharapkan mampu menjadi kekuatan pendukung yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat bela negara yang tinggi.

Baca Juga: Satgas PKH dan TNI Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Pulau Buru, Temukan 16 Warga Cina di Lokasi

Untuk itu, program ini bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kemiliteran.

Selain itu, program yang sama juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara unsur sipil dan militer dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.