HANKAM

Siswa Komando A-49 Digembleng dalam Latihan HTF, Takluklan Rintangan Tempur di Medan Hutan

Siswa Komando angkatan ke-49
Siswa Komando angkatan ke-49 menjalani latihan ‘How to Fight’ dengan materi dopper. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Para siswa Komando angkatan ke-49 dituntut memiliki fisik tangguh, mental baja, hingga daya juang tinggi sebagai bekal menghadapi berbagai penugasan di masa mendatang.

Untuk membentuk karakter tersebut, mereka digembleng melalui serangkaian materi latihan ‘How to Fight (HTF)’ di Hutan Balegede, Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Mayor Iqbal Hanafi Lakukan Pendekatan Humanis, Warga Hibahkan Tanah 400 Hektar

Melansir siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang dikutip Jumat (22/5), HTF merupakan materi inti dalam tahap pendidikan pertempuran gunung hutan yang berfokus pada teknik dan taktik bertarung di medan hutan.

Siswa Komando angkatan ke-49
Siswa Komando angkatan ke-49 menjalani latihan ‘How to Fight’ dengan materi titian dua tali. (Foto: Dok. Dispenau)

Latihan tersebut tidak hanya mengasah keterampilan tempur, tetapi juga menuntut ketepatan bertindak, fokus, serta ketahanan mental di tengah medan berat serta berbagai keterbatasan.

Dalam pelaksanaannya, para siswa menempuh jarak 12 kilometer sambil melewati sejumlah rintangan tempur, di antaranya jaring pendarat, lempar granat, titian dua tali, peluncuran, rayap tambang, dopper, hingga lempar pisau.

Baca Juga: TNI Berangkatkan 744 Personel Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 800/Pasgat Yosafat Soelya yang meninjau langsung pelaksanaan HTF menegaskan bahwa latihan tersebut menjadi sarana pembentukan karakter prajurit Komando yang militan dan profesional.

“HTF ini adalah ujian sesungguhnya. Di sinilah mental baja, ketahanan fisik, dan naluri tempur diasah. Tidak ada ruang untuk ragu apalagi menyerah,” tegas Yosafat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.