HANKAM

Siswa Dikspes Sarpal Pusdikpassus Perdalam Ranpur TNI AD di Bengpuspal Puspalad

Siswa Dikspes Sarpal Pusdikpassus Perdalam Ranpur TNI AD di Bengpuspal Puspalad
Foto bersama para siswa dan pembina Pendidikan Spesialis Dasar Peralatan (Dikspes Sarpal) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD mengunjungi Markas Bengpuspal Puspalad di Bandung, Kamis (8/01/2020).

Bandung, IDM- Sebanyak 25 Siswa terdiri dari 18 Bintara dan 7 Tamtama serta 9 Pembina Pendidikan Spesialis Dasar Peralatan (Dikspes Sarpal) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD mengunjungi Markas Bengpuspal Puspalad di Bandung, Jawa Barat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk memperdalam pengetahuan perbengkelan peralatan tempur TNI AD.

Dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) kepada redaksi IDM, Kamis (8/01/2020), Kepala Bengkel Pusat Peralatan Pusat Peralatan Angkatan Darat ( Kabengpuspal Puspalad) Kolonel Cpl Octavianus Oscar E, S.I.P., yang didampingi Wakabengpuspal Puspalad serta para perwira staf saat menerima rombongan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Siswa Dikspes, menyampaikan apresiasi kepada Danpusdikpasus yang memberikan kepercayaan kepada Bengpuspal Puspalad sebagai salah satu tujuan PKL siswa.

“Tentunya, kami akan memberikan ilmu dan tambahan pengetahuan kepada para siswa di bidang kendaraan dan senjata, terutama kendaraan tempur (Ranpur) dan juga senjata-senjata berat yang akan menjadikan pengetahuan bagi mereka di dalam memelihara maupun memperbaiki ketika mereka melaksanakan tugas," ujar Kolonel Oscar, sapaan sehari-harinya.

Siswa Dikspes Sarpal Pusdikpassus Perdalam Ranpur TNI AD di Bengpuspal Puspalad
Sebanyak 25 Siswa terdiri dari 18 Bintara dan 7 Tamtama serta 9 Pembina Pendidikan Spesialis Dasar Peralatan (Dikspes Sarpal) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD mengunjungi Markas Bengpuspal Puspalad di Bandung (Dok foto /dispenad)

Kolonel Cpl Octavianus Oscar yang juga pernah bertugas di satuan Baret Merah TNI AD berharap, transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diberikan kepada para siswa Dikspes Dasar Peralatan Pusdikpasus dapat menjadi bekal yang berharga dalam setiap penugasan nantinya.

"Kami berharap, para siswa dapat menyerap berbagai ilmu maupun pengalaman tugas para instruktur di Bengpuspal dalam mengatasi segala permasalahan terkait kendaraan tempur, persenjataan maupun peralatan militer lainnya yang kami berikan, " imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan dari pembina siswa Dikspes Dasar Peralatan Pusdikpassus yang disampaikan oleh Kapten Inf Rahwono mengucapkan terima kasih kepada Kabengpuspal Puspalad beserta para perwira staf yang telah menerima kunjungan siswa dengan begitu baik.

"Kami dari pembina maupun siswa, sangat berterima kasih diterima melaksanakan PKL di Bengpuspal Puspalad, semoga para siswa dapat menyerap secara maksimal transfer ilmu yang diberikan untuk menunjang tugas-tugas di satuan," tukasnya.

(wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.