Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL Disiapkan Hadapi Ancaman Lintas Domain

Jakarta, IDM – TNI AL terus menyiapkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) agar mampu menghadapi ancaman yang tidak lagi hanya datang dari dimensi laut, melainkan terintegrasi lintas domain operasi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan saat menjadi narasumber dalam diskusi panel 2025 yang digelar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Cipulir, Jakarta, Senin (15/12).
Dalam diskusi bertajuk “Proyeksi Kekuatan TNI Angkatan Laut: Reorganisasi TNI dalam Penyusunan Armada yang Sesuai dengan SSAT”, Yayan memaparkan materi mengenai proyeksi kekuatan TNI AL di era operasi modern yang semakin kompleks.
Baca Juga: Terisolir Akibat Banjir, Babinsa Kodim Gayo Lues Bangun Jembatan Darurat
Ia menegaskan bahwa penguatan SSAT saat ini harus mampu menjawab tantangan yang berkembang lintas domain, sehingga tidak hanya mengandalkan kekuatan di laut semata.
“Ancaman ke depan menuntut kesiapan yang terintegrasi dan saling terhubung,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (18/12).
Menurut Yayan, sinkronisasi seluruh unsur kekuatan TNI AL menjadi kunci untuk menciptakan daya pukul yang optimal. Unsur kapal perang Republik Indonesia (KRI), pesawat udara, Korps Marinir, hingga pangkalan harus berada dalam satu komando operasi yang efektif.
“Dengan integrasi tersebut, proyeksi kekuatan TNI AL dapat dilaksanakan secara lebih terukur dan responsif dalam menghadapi berbagai skenario ancaman,” kata Yayan.
Baca Juga: Hercules TNI AU Angkut 14 Ton Cabai Petani Bener Meriah ke Medan
Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas implementasi teknis dari proyeksi kekuatan TNI AL. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat konsep SSAT agar TNI AL tetap menjadi pilar utama pertahanan maritim Indonesia yang modern dan memiliki daya gentar tinggi.
Kegiatan ini dibuka oleh Komandan Seskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo dan turut dihadiri sejumlah tokoh senior TNI AL. Hadir antara lain para mantan KSAL, Laksamana (Purn) Ahmad Sutjipto dan Laksamana (Purn) Marsetio.
Selain itu, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian (Wakil Kepala BRIN), Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, staf khusus KSAL Laksamana Madya T.S.N.B. Hutabarat, dan Asisten Perencanaan (Asrena) KSAL Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































