HANKAM

Sisir Wilayah Terisolir Pascabencana NTT, TNI AL Kerahkan KRI Hiu hingga 2 Helikopter

distribusi
Momen distribusi bantuan logistik TNI AL menggunakan helikopter untuk warga terdampak bencana di NTT, Kamis (27/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL menerjunkan kapal perang dan dua helikopter untuk menembus wilayah terisolir di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan logistik serta kebutuhan pokok warga terdampak bencana melintas melalui jalur laut dan udara sekaligus, Kamis (27/8).

Penyaluran logistik lewat udara mengandalkan helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 dan helikopter Bell 412 EP HU-4205. Helikopter Panther yang diawaki Kapten Laut (P) Riffan dan Lettu Laut (P) Marfi terbang dua kali mengangkut total 800 kilogram bantuan dari Maumere menuju Pulau Sukun.

Baca Juga: Sejarawan UGM Bongkar Sejarah 75 Tahun Penyelam TNI AL dari Arsip Belanda

Sementara itu, helikopter Bell dengan pilot Lettu Laut (P) Marthin dan Lettu Laut (P) Adila membawa 400 kilogram kebutuhan pokok melintasi rute Labuan Bajo menuju Nagekeo. Jalur udara menjadi tumpuan utama karena keterbatasan akses darat di lokasi terdampak.

Tak hanya jalur udara, TNI AL menyisir perairan NTT menggunakan KRI Hiu-634. Kapal perang ini mengangkut bantuan sembako hasil kerja sama dengan Bank Indonesia khusus menuju Lamalera untuk menyokong kebutuhan warga pascagempa bumi.

Aksi tanggap darurat ini merujuk langsung pada instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Baca Juga: Kemhan Pastikan RI Belum Teken Kontrak Pengadaan Jet Tempur F-15 Eagle dari AS

"Seluruh jajaran dan alutsista TNI AL senantiasa siap sedia, hadir cepat di tengah-tengah masyarakat, serta memberikan manfaat nyata khususnya dalam mengatasi kesulitan warga di daerah bencana alam," tegas Ali, dikutip dari keterangan tertulis Dispenal, Jumat (28/8).

Seluruh rangkaian penyerahan bantuan di Lamalera maupun kawasan kepulauan NTT berjalan aman dan lancar. TNI AL terus mengoptimalkan sarana yang ada demi meringankan beban masyarakat terdampak.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.