Singgah di Tegal, Tim Ekspedisi Maritim TNI AL Eksplor Sejumlah Sejarah

Jakarta, IDM - Tim ekspedisi maritim TNI AL dan Tempo Media Group singgah ke Tegal, Jawa Tengah, Selasa (27/9), untuk mengeksplor sejarah berdirinya CA-IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).
Danlanal Tegal Letkol (Mar) Moch Chanan Asfihani, bersama sejarawan kota Tegal Wijanarto, dan budayawan Ki Dalang Haryo Enthus Susmono serta jajaran perwira staf Lanal Tegal menyambut dan menerima tim ekspedisi maritim tersebut.
Chanan mejelaskan, kegiatan tim ekspedisi selama di wilayah kerja Lanal Tegal akan menggali semua sejarah TNI AL yang ada di Tegal, seperti sejarah sekolahan Pius, gedung rakyat, DPRD Tegal hingga sampai di Kalibakung, kabupaten Tegal.
"Sejarah TNI AL di Tegal sangatlah besar, sehingga kami ingin semuanya melihat," kata Chanan, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (28/9).
Dia mengungkapkan, sejarah di Tegal yakni di antaranya pernah terjadi suatu pertempuran yakni di Pemalang, Moga, Kalibening, Kalibakung, dan Bumijawa. "Lalu, sejarah yang belum disentuh akan kita sentuh, dan yang belum diperhatikan akan perhatikan," pungkas Chanan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































