Sinergi TNI AD-Kimia Farma Berikan 1000 Vaksin

Palembang, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meninjau pelaksanaan vaksinasi gotong-royong sebanyak 1000 vaksin di Balai Prajurit Bekangdam II/ Sriwijaya, Palembang, Senin (7/3).
Kedatangan Dudung ini untuk memantau langsung percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya di daerah-daerah yang tingkat vaksinasinya rendah dengan tujuan agar segera tercapai kekebalan komunal di Indonesia.
Ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara TNI AD dengan PT Kimia Farma Diagnostika, terkait penyaluran vaksin dan pendistribusian bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat. Vaksinasi yang diberikan adalah jenis Sinovac untuk penerima vaksin pertama dan vaksin jenis Aztra Zaneka untuk penerima vaksin ketiga.
Vaksinasi serentak yang dilaksanakan ini merupakan bentuk dukungan TNI AD dalam menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air hingga saat ini.
Kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi, Dudung juga memberikan bantuan sembako sebagai wujud kepedulian TNI AD atas kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat akibat pandemi yang belum mereda sampai saat ini. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































