HANKAM

Simulasi Latihan Perang, Marinir TNI AL Padukan Infanteri dan Tank

BMP-3F
Sebuah kendaraan tempur jenis BMP-3F milik Korps Marinir yang disamarkan dengan dedaunan memimpin konvoi pasukan di medan terbuka bervegetasi selama latihan satuan lanjutan aspek darat di Karangtekok, Situbondo, Rabu (21/10). (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menggelar simulasi serangan terpadu yang memadukan mobilitas kendaraan tempur lapis baja dan pasukan infanteri di pantai utara Jawa Timur.

Aksi latihan perang tersebut berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Rabu (21/10). Para prajurit dari Batalion Infanteri (Yonif) 1 Marinir mempertontonkan kemampuan teknis pertempuran untuk melumpuhkan garis pertahanan musuh.

Baca Juga: Mayor Cpm Hugo Raih Dua Penghargaan di Filipina

Dalam skenario pertempuran tersebut, prajurit infanteri bergerak merangsek maju di bawah perlindungan manuver kendaraan tempur jenis tank. Kombinasi taktik infanteri dan tank (kerjasama infanteri dan tank) ini diuji secara ketat dalam latihan satuan lanjutan aspek darat triwulan III tahun anggaran 2026.

Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir Kolonel (Mar) Eko Budi Prasetyo Adi Saputro, menjelaskan latihan ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat kesiapan operasional satuan dalam merespons perintah komando atas.

Prajurit Yonif 1 Marinir
Sesaat setelah konvoi tiba, prajurit petarung Yonif 1 Marinir dengan seragam loreng terbaru dan perlengkapan taktis langsung melompat turun dari kendaraan tempur untuk melakukan serangan penutup dan melumpuhkan sisa-sisa perlawanan musuh. (Foto: Dok. Pasmar 2)

"Kami menunjukkan prajurit Yonif 1 Marinir siap menjawab tantangan dan mampu beradaptasi dalam struktur organisasi yang lebih modern," ungkap Eko, dikutip dari keterangan Pasmar 2.

Eko menambahkan, integrasi kekuatan infanteri dan alutsista kavaleri merupakan fondasi penting dalam membaca arah transformasi tempur masa depan. Koordinasi lintas kecabangan yang presisi memastikan setiap prajurit mampu mengeksekusi operasi darat secara efektif.

Baca Juga: TNI AD Klarifikasi Ratusan Motor Trail Teronggok di Bekasi, Sebut Bukan Kendaraan Dinas

"Kolaborasi antara infanteri dan tank merupakan bentuk implementasi taktik gabungan yang akan menjadi bagian penting dari kekuatan tempur masa depan," pungkasnya.

Simulasi terbuka ini sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi prajurit berjuluk 'Buaya Petarung' dalam mengoperasikan persenjataan serta menguji kecepatan koordinasi tempur antarsatuan di lapangan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.