Sidang Pimpinan Militer ASEAN: TNI Dorong Patkor, Interoperabilitas Latihan Militer, dan HADR Diperkuat

Jakarta, IDM – Pimpinan militer se-Asia Tenggara menggelar Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM). Perwakilan TNI yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengikuti sidang melalui video conference dari Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Dalam sidang yang diikuti para Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN tersebut, Agus menekankan pentingnya memperkuat sentralitas ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya dinamika geopolitik, ancaman siber, ketegangan maritim, dan dampak perubahan iklim global.
Baca Juga: Tonggak Baru Kemandirian Pemeliharaan Alutsista, Sathar 15 Rampungkan Check C1 C-130J Super Hercules
Panglima TNI mengatakan bahwa keamanan kawasan tidak dapat dibangun secara unilateral, melainkan melalui kerja sama kolektif yang konkret, adaptif, dan berorientasi pada implementasi operasional.
“Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim melalui peningkatan Maritime Domain Awareness (MDA), patroli terkoordinasi (patkor), interoperabilitas latihan militer, serta penguatan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) dan ketahanan siber ASEAN guna menghadapi berbagai tantangan keamanan multidimensional,” kata Agus, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Jumat (22/5).
Baca Juga: Wakil KSAD: Pelanggaran Prajurit Cermin Kualitas Kepemimpinan Komandan Satuan
Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung penguatan kerja sama pertahanan ASEAN guna menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan.
ACDFM kali ini mengusung tema “Securing Our Future Together”. TNI menekankan bahwa kekuatan kolektif ASEAN terletak pada kredibilitas kerja sama, persatuan, dan kesiapan bersama dalam menghadapi tantangan strategis masa depan. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































