HANKAM

SGS 2026: TNI AL dan AS Atasi Kebakaran dan Kebocoran Kapal di Laut Jawa

Prajurit TNI AL
Prajurit TNI AL merapat ke kapal US Coast Guard saat simulasi penanganan darurat maritim di Laut Jawa, Jumat (4/9). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Pasukan TNI AL bersama unsur US Navy dan US Coast Guard (USCG) menjinakkan simulasi kebakaran serta kebocoran di atas kapal perang USCGC Emlen Tunnell-1145, Jumat (4/9). Aksi penyelamatan kapal (damage control) ini berlangsung di perairan utara Laut Jawa.

Tim KRI Beladau-643 dan KRI Siwar-646 bergerak berdampingan dengan awak kapal penjaga pantai Amerika Serikat. Kedua pihak menyelaraskan prosedur penanganan situasi darurat untuk memastikan kesiapan operasi di tengah laut.

Materi penyelamatan kapal ini menitikberatkan pada kecakapan personel mengoperasikan berbagai peralatan keselamatan pelayaran. Tim di lapangan mempraktikkan respons cepat saat menghadapi bahaya kebakaran ruang mesin hingga ancaman kebocoran lambung kapal.

Baca Juga: Kolaborasi TNI AD dengan Pemprov Jabar, Olah Sampah jadi Solar

Skenario latihan darurat maritim ini melibatkan dua kapal cepat rudal TNI AL bersama dua kapal patroli penjaga pantai Amerika Serikat, yaitu USCGC Charles Moulthrope-1141 dan USCGC Emlen Tunnell-1145.

Aksi penanganan darurat di perairan ini menindaklanjuti kesepakatan yang dirancang sehari sebelumnya. Pada Kamis (3/9), para komandan kapal perang kedua negara menggelar rapat koordinasi awal (pre-sail conference) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pertemuan yang dipimpin Letkol Laut (P) Fanny Gunawan dan Komandan Alex Stachel tersebut menyepakati rute pelayaran, prosedur komunikasi antarkapal, hingga standar keselamatan sebelum armada bertolak ke laut lepas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menjelaskan, latihan bersama ini menjadi sarana krusial untuk memperkuat profesionalisme prajurit di perairan internasional.

Baca Juga: Marinir dan AS Padukan Roket Vampire hingga HIMARS di Baturaja

"Latihan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di laut," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (5/9).

Tunggul menambahkan, kolaborasi ini sekaligus memperkokoh interoperabilitas antara TNI AL, US Navy, dan US Coast Guard dalam mendukung operasi maritim gabungan di kawasan Indo-Pasifik.

Rangkaian manuver maritim di Laut Jawa ini melengkapi gelaran Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang resmi dibuka di Sesko TNI Bandung pada Senin (31/8). Perhelatan berskala internasional yang berlangsung hingga 11 September mendatang ini mengerahkan sekitar 5.000 personel dari 21 negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.