HANKAM

Setelah 25 Tahun Kosong, Wakil Panglima TNI Akan Dilantik Lagi dalam Upacara Kehormatan Militer

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau pasukan jelang upacara kehormatan militer di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025. Wakil Panglima TNI bakal diumumkan dalam upacara tersebut. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Indonesia bakal memiliki Wakil Panglima TNI lagi setelah jabatan orang nomor dua di TNI itu kosong selama 25 tahun.

Wakil Panglima TNI rencananya akan dilantik bersama hasil dari validasi organisasi lain dalam upacara kehormatan militer di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi membenarkan akan ada pelantikan Wakil Panglima TNI dalam upacara tersebut. “Iya,” kata Kristomei saat dikonfirmasi awak media, Rabu (6/8).

Baca Juga: TNI Tembak Mati Wakil Panglima OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang Buron sejak 2014

Kali terakhir, Indonesia memiliki Wakil Panglima TNI 25 tahun lalu. Saat itu, Wakil Panglima TNI dijabat perwira tinggi bintang empat, yakni Jenderal (Purn) Fachrul Razi.

Fachrul menjabat Wakil Panglima TNI pada periode 26 Oktober 1999 hingga 20 September 2000 sebelum jabatan tersebut dihapus.

“Dulu jabatan ini memang pernah ada, tapi tidak berjalan optimal karena fungsinya tidak cukup jelas,” kata Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Namun, sebut Fahmi, kini situasinya berbeda. TNI sedang bertransformasi besar, baik dari sisi organisasi, strategi, maupun postur kekuatan.

“Posisi Wakil Panglima bisa mengambil peran signifikan, tentu dengan prasyarat adanya pembagian kewenangan yang jelas dan tidak menjadi pusat kekuasaan bayangan,” ujar Fahmi.

Baca Juga: Unsur Tempur Tim Demo Udara TNI AU Intensifkan Gladi Jelang Upacara Kehormatan Militer

Fahmi mengatakan, Wakil Panglima TNI idealnya bertindak sebagai pendamping strategis Panglima TNI, termasuk dalam hal pengawasan pelaksanaan agenda reformasi dan keterlibatan pada forum lintas sektoral yang memerlukan pendekatan diplomasi militer.

“Tapi kembali lagi, jabatan ini tidak boleh hanya simbolik. Efektivitasnya sangat ditentukan oleh desain kelembagaan dan kejelasan fungsi,” kata Fahmi.

Nama kandidat Wakil Panglima TNI bermunculan seperti Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak dan Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen Tandyo Budi Revita. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.