Setahun Bertugas, Satgas Yonif 741/GN Berhasil Sita Puluhan Senjata dan Ratusan Munisi

Jakarta, IDM – Setahun bertugas dari September 2024 hingga September 2025, Satgas Yonif 741/Garuda Nusantara (GN) berhasil menyita puluhan senjata dan ratusan munisi di perbatasan RI-RDTL.
Dilansir dari keterangan Penyonif 741, Selasa (23/9) sitaan ini diserahkan kepada Kolakops Pamtas RI-RDTL oleh Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 741/GN, Kapten Inf Angga Singgih Lestiawan.
Baca Juga: Dari Atas KRI Banjarmasin, 1.000 Siswa SMA-SMK Ikuti Kegiatan KKRI
Barang sitaan yang diserahkan diantaranya 2 pucuk senjata organik (Mauser, Pistol FN 45), 22 pucuk senjata non organik jenis springfield, 8 buah granat (4 buah granat manggis, 4 buah granat nanas), 15 pucuk senjata rakitan (11 pucuk senjata rakitan laras panjang, 4 pucuk senjata rakitan laras pendek).
Kemudian ada 786 butir munisi (26 butir Munisi Pistol, 1 butir munisi tajam kaliber 12.7 mm, 34 butir munisi tajam kaliber 7.92 mm, 395 butir munisi tajam kaliber 7.62 mm, 225 butir munisi tajam kaliber 5.56 mm, 71 butir munisi shotgun, 1 butir munisi isyarat, 33 butir munisi hampa kaliber 5.56 mm.
Baca Juga: TNI AL, BRIN, dan Bakamla Susun Sistem Pemantauan Laut Terintegrasi untuk Efisiensi Keamanan Maritim
Dansatgas Yonif 741/GN Letkol Inf Sy Gafur Thalib mengungkapkan bahwa Keberhasilan yang diperoleh merupakan bukti nyata Satgas Yonif 741/GN melalui komitmen pada motto satgas yaitu "Kerja Tuntas di Tapal Batas Laksanakan Tugas Dengan Tulus dan Ikhlas" di daerah perbatasan melalui kerja keras dan pendekatan humanis prajurit Satgas dalam membangun kepercayaan masyarakat perbatasan sehingga menyerahkan sejumlah sitaan untuk diamankan pada tempat semestinya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































