HANKAM

Seskoal Lakukan Penelitian Strategi Pertahanan Laut Natuna Utara

Tim bidang strategi
Tim bidang strategi dari Seskoal melakukan wawancara via daring di Jakarta, Senin (7/7) terhadap sejumlah narasumber untuk penelitian strategi pengamanan Laut Natuna Utara. (Foto: Dok. Seskoal)

Jakarta, IDM – Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) tengah melakukan penelitian strategi pertahanan laut, dalam menghadapi ancaman pelanggaran wilayah di Natuna Utara.

Penelitian melibatkan 15 personel yang tergabung dalam tim bidang strategi Seskoal, dipimpin oleh koordinator dosen Kolonel (Mar.) Achmad Sochfan.

Dalam pelaksanaannya, penelitian tersebut mengambil data wawancara dari sejumlah narasumber, antara lain Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Kolonel Laut (P) Nurlan; Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama Bambang Trijanto; Asisten Operasi (Asops) Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) Nazarudin; dan Bupati Natuna Cen Sui Lan.

Baca Juga: 45 Awak Kapal Perang Ikut Pelatihan Perawatan Senjata Meriam dan Prosedur Misfire

"Penelitian ini fokus pada efektivitas implementasi kebijakan, peran institusi pertahanan serta upaya diplomasi maritim sebagai bagian dari pertahanan non-militer," ujar Achmad, dikutip dari keterangan Seskoal, Selasa (8/7).

Tim bidang strategi
(Foto: Dok. Seskoal)

Achmad mengatakan, penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam perumusan strategi pertahanan maritim yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan di kawasan perbatasan strategis Indonesia.

Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: TNI Gelar Pengobatan Keliling, Sambil Mengenal Budaya Kunyah Pinang di Boven Digoel

"Sebagai pimpinan daerah, kami siap untuk saling memberikan panduan, informasi, data yang relevan untuk mendukung strategi pertahanan di wilayah Laut Natuna," tegas Cen saat menjadi narasumber dalam kegiatan itu, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Natuna.

Cen menambahkan, wilayah Laut Natuna Utara sangat strategis dan menjadi perhatian nasional, sehingga koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi mutlak.

"Penting untuk melakukan penguatan pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan wilayah laut dan perlu peningkatan infrastruktur dan teknologi maritim untuk mendukung efektivitas pemantauan," imbuh dia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.