TEKNOLOGI

Sesjen Wantannas: Industri Propelan di Indonesia Harus Mandiri

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas RI) Laksdya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro
Dok. Dispen Wantannas RI

Jakarta,IDM - Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas RI) Laksdya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro menegaskan bahwa Indonesia harus segera mandiri, khususnya terkait propelan, karena propelan merupakan bahan baku utama dan penting untuk munisi.

PT DAHANA menjadi BUMN yang memproduksi propelan di Indonesia. Propelan karya PT DAHANA merupakan bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket.

Namun, selama ini industri propelan di Indonesia masih belum mandiri, di mana kebutuhan di dalam negeri masih diimpor dari luar negeri, sehingga hal tersebut dikhawatirkan dapat membebani devisa negara dan rawan embargo.

Oleh karena itu, pembangunan industri propelan menjadi salah satu dari 7 Program Unggulan Nasional yang harus segara dibangun untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan.

“Kemandirian industri pertahanan merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju dan mandiri. Industri yang kuat diharapkan mampu memberikan multiplier effect baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bagi bangsa Indonesia,” ungkap Harjo mengutip pernyataan Bung Karno.

Dalam kunjungannya ke kawasan Energetic Material Center PT DAHANA (Persero) di Subang, Jawa Barat, Sesjen Wantannas kemudian menyebut PT DAHANA memiliki sejumlah keunggulan dari segi geografis seperti memiliki lahan luas, dekat dengan akses tol, bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban serta dekat sumber bahan baku pendukung.

Keunggulan tersebut kemudian disebut Harjo butuh didukung dengan komitmen konsistensi dan persistensi dari semua pemangku kepentingan agar roadmap menuju kemandirian dapat tercapai. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.