Seru! 300 Siswa SMA se-Jatim Diajak Berlayar Naik Kapal Perang KRI Surabaya

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) II mengajak sekitar 300 siswa SMA dari berbagai wilayah di Jawa Timur menjajal sensasi berlayar menggunakan kapal perang KRI Surabaya-591. Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI Agam Endrasmoro melepas langsung ratusan pelajar tersebut dalam program joy sailing dan Karya Bakti Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).
Ratusan pelajar itu berkumpul di hanggar helikopter KRI Surabaya-591 sebelum kapal bertolak dari dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Kamis (9/7). Acara bertema "Aku Cinta Laut" ini sengaja membidik para pelajar agar lebih paham wawasan kebaharian sekaligus mencintai wilayah laut Indonesia.
Baca Juga: Kenaikan Pangkat Pati TNI AU, 23 Kolonel Resmi jadi Perwira Tinggi Bintang Satu
Agam menyebut pelayaran kali ini menjadi kesempatan sekaligus pengalaman istimewa bagi para siswa. Berbeda dari agenda KKRI sebelumnya, kali ini Koarmada II langsung menerjunkan para pelajar untuk mengenal dunia kemaritiman dari atas kapal perang yang sedang membelah lautan.
“Sehingga diharapkan dengan mengikuti kegiatan joy sailing ini, selain mengenal wawasan kemaritiman, adik-adik juga bisa membangun relasi atau jaringan dengan teman-teman seusia yang berasal dari sekolah lainnya. Manfaatkan untuk bersosialisasi, untuk saling mengenal, untuk kegiatan hal-hal yang positif,“ kata Agam, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (10/7).

Sebelum kapal angkut tank tersebut lepas jangkar, para siswa langsung bergerak membaur bersama prajurit Koarmada II. Mereka menyisir dan membersihkan sampah di sepanjang kawasan Pantai Tambak Wedi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Begitu kapal perang mulai bergerak ke perairan Selat Madura, para pelajar langsung mengikuti program keliling kapal atau tour ship. Mereka mendapat kesempatan langka mengintip seluruh sudut komponen KRI Surabaya-591.
Selama pelayaran, prajurit TNI AL membeberkan fungsi, kemampuan kapal perang, hingga berbagai fasilitas tempur di atas armada tersebut. Para siswa juga melihat langsung pola kehidupan sehari-hari prajurit saat mengemban tugas negara di tengah laut.
Baca Juga: Dari Diplomasi Militer ke Misi Kemanusiaan, Donny Suharto Resmi Sandang Bintang Dua
Usai mengarungi lautan dan KRI Surabaya-591 kembali merapat di dermaga Madura, seluruh peserta melanjutkan perjalanan menuju Monumen KRI Nanggala-402.
Ratusan siswa SMA ini memanfaatkan kunjungan ke monumen kapal selam tersebut untuk memberi penghormatan kepada para patriot bangsa yang gugur dalam tugas. Rangkaian kegiatan edukatif ini bertujuan membakar semangat cinta tanah air dan memotivasi generasi muda agar ikut menjaga kejayaan maritim Indonesia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































