Sertijab Kepala Staf Korps Marinir, Mayjen Suherlan Gantikan Mayjen Nadir

Jakarta, IDM – Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) resmi berganti. Jabatan tersebut kini diemban Mayjen (Mar) Suherlan, menggantikan Mayjen (Mar) Muhammad Nadir dalam upacara yang digelar di Jakarta, Rabu (31/12).
Upacara dipimpin Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi. Prosesi diawali laporan perwira tertua, pembacaan keputusan panglima TNI, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, penandatanganan pakta integritas, dan berita acara.
Baca Juga: TNI AD Sudah Kirim 29.000 Personel ke Sumatra
"Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi melalui mekanisme regenerasi kepemimpinan," tegas Endi dalam amanatnya.
Suherlan sebelumnya menjabat staf ahli Kepala Staf Angkatan Laut (sahli KSAL) tingkat III bidang sumber daya manusia dan reformasi birokrasi. Sementara itu, Nadir akan melanjutkan penugasan ke Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) dalam rangka persiapan memasuki masa purna tugas.
Baca Juga: Batalion Parako 481 Pasgat Gelar Apel Kesiapan Pasukan dan Operasi
Dalam kesempatan itu, Nadir menyampaikan terima kasih kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Korps Marinir atas dukungan selama masa pengabdiannya. Ia menegaskan berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran.
Sementara Suherlan menyatakan kesiapan mengemban amanah sebagai Kaskormar. "Saya akan menjalankan tugas sebagai Kaskormar yang baru dengan semangat, keikhlasan, serta membangun suasana kerja yang guyub dan humanis" ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































