Serda Elvis Kause, Kalahkan Tiga Negara dalam Turnamen Pencak Silat Internasional

Jakarta, IDM - Atlet nasional Korps Wanita TNI AL (Kowal) Serda Jas/W Jeni Elvis Kause, dari cabang olahraga pencak silat berhasil mengalahkan kontingen Thailand dan Vietnam, kemudian pada babak final berhasil mengalahkan kontingen Filipina pada Minggu (31/7), di Melaka, Malaysia.
Peserta kontingen terdiri dari 22 Negara dalam turnamen "19th World Pencak Silat Championship 2022 Melaka - Malaysia". Untuk saat ini, kontingen Indonesia memimpin perolehan medali dengan jumlah 11 medali emas, yang kemudian diikuti oleh Filipina, Vietnam, dan Laos.
Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, setelah dihubungi oleh Elvis lewat telepon mengatakan, Lanal Maumere sangat bangga terhadap Jeni karena berhasil menyumbangkan medali emas.
"Kami keluarga besar TNI AL serta Lanal Maumere, turut bangga yang sebesar-besarnya kepada Serda Jas/W Jeni Elvis Kause, berhasil mengalahkan kontingen dari Thailand, Vietnam serta Filipina. Kemudian Indonesia dinobatkan sebagai juara umum," ujar Yoga.
Indonesia berhasil mendapatkan juara umum 1 dengan perolehan medali, 11 emas, 9 perak, 8 perunggu. Juara 2 umum diraih oleh negara Malaysia dan juara 3 diraih oleh Vietnam. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































