Serbuan Vaksinasi Tahap Kedua di Berau, TNI AU Terbangkan 95 Nakes

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara kembali menyelenggarakan serbuan vaksinasi tahap kedua di bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Sebanyak 95 tenaga kesehatan diberangkatkan dengan pesawat TNI AU jenis CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/10/21).
Seluruh nakes tersebut berasal dari sejumlah satuan kerja TNI Angkatan Udara, diantaranya dari Mabesau, Lanud Hasanuddin, Lanud Dhomber, Balikpapan dan Lanud Anang Busra, Tarakan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menyampaikan, serbuan vaksinasi TNI AU tahap kedua di Bandara Kalimarau ini, akan dilaksanakan selama 4 hari dengan target sebanyak 10.500 dosis vaksin tahap kedua.
"Selama empat hari kita targetkan 10.500 dosis vaksin tahap kedua bagi warga masyarakat Kabupaten Berau di Kalimantan Timur", ujar Marsma Indan.
Kadispenau juga mengajak warga Berau untuk memanfaatkan serbuan vaksinasi TNI AU ini, khususnya warga Berau yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua.
"Bagi warga Berau yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua, silahkan datang pada tanggal 6 sampai dengan tanggal 9 Oktober 2021 ke Bandara Kalimarau," pungkas Marsma Indan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































