Serbu Objek Vital Musuh, Taifib Tumpas Gerakan Situbondo Merdeka

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir melakukan penyerbuan (raid) ke objek vital musuh kelompok Gerakan Situbondo Merdeka (GSM) di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (12/6).
Penyerbuan tersebut merupakan skenario Full Mission Profile (FMP) dalam latihan satuan dasar (LSD) II di wilayah Madura dan Situbondo. Materi penyerbuan kali ini bertujuan mempertajam kemampuan prajurit tri media untuk sabotase ke sasaran-sasaran terpilih pada pperasi khusus.
Baca Juga: KRI Diponegoro Terima Penghargaan Tinggi Medali PBB di Lebanon
Komandan Yontaifib (Danyontaifib) 2 Marinir Letkol (Mar) Sandi Varikta menyampaikan kegiatan latihan infiltrasi merupakan salah satu kemampuan prajurit Taifib sebagai pasukan khusus Korps Marinir TNI AL.

"Kemampuan ini digunakan untuk melatih kemampuan perorangan dan kerja sama tim baik secara fisik maupun mental," ujar Sandi, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Kamis (13/6).
Baca Juga: Kemenko Polhukam Gandeng TNI-Polri Bentuk Satgas Judi Online
"Latihan ini diharapkan dapat membekali setiap prajurit Taifib secara profesionalisme mampu menjalankan setiap tugas," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































