Serangan Kedua Vaksin Astra Zeneca Untuk Keluarga Besar Mabesau

Jakarta, IDM - Sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tentang vaksinasi pemberantasan Covid-19 kepada petugas publik, Mabesau mendapat serangan vaksinasi Astra Zeneca tahap kedua bagi keluarga besar prajurit TNI AU yang digelar di Gedung Serbaguna Suharnoko Harbani, Mabesau, Cilangkap, Jakarta, pada Rabu (23/06).

Pemberian vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan dalam selang waktu 13 minggu setelah pelaksanaan vaksinasi pertama. Menurut Kasubdis Yankes Diskesau Kolonel Kes. dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes. sebagai Ketua Pelaksana, tujuan dari jeda waktu vaksin tersebut adalah untuk mengetahui reaksi tubuh atau penyesuaian peserta vaksin pasca vaksinasi pertama.
"Apabila dalam waktu tersebut tidak ditemukan hal-hal yang mengarah pada kondisi gangguan kesehatan, maka dapat dilanjutkan vaksin kedua. Namun, apabila ditemukan gangguan kesehatan, peserta akan diperiksa lebih lanjut kondisi kesehatannya dan tidak diberikan tahap kedua, sebelum kondisi kesehatannya layak untuk divaksin,” jelasnya.


Lebih lanjut, Kasubdis Yankes Diskesau menjelaskan, pemberian vaksin tahap kedua ini merupakan cara yang efektif untuk mencegah dan memutus mata rantai virus corona, karena pemberian vaksin dapat menambah imun tubuh PNS dan keluarga besar TNI AU agar tidak mudah terpapar dan mampu melawan virus Covid-19. (awm/wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































